Key Strategy: Hong Kong Genjot Wisata Outdoor, Bidik Turis Indonesia
Hong Kong Genjot Wisata Outdoor, Bidik Turis Indonesia
Sebagai bentuk transformasi, Hong Kong kini tidak lagi dianggap sebagai kota besar yang hanya dikenal dengan kehidupan perkotaan dan pusat perbelanjaan. Wilayah administratif khusus China ini mulai fokus pada pengembangan destinasi wisata berbasis alam untuk menarik minat wisatawan Indonesia yang mengutamakan pengalaman petualangan. Dengan kampanye The Great Outdoor Hong Kong, pihak HKTB berusaha memperkenalkan sisi lain dari destinasi yang biasanya identik dengan gedung-gedung tinggi dan keramaian kota.
Pengalaman Berbeda di Pusat Kota
Di balik kepadatan lanskap kota, Hong Kong menyimpan potensi alam yang masih tersembunyi. Dari pusat kota, wisatawan hanya perlu waktu singkat untuk mengakses jalur pendakian, pantai, hingga pulau-pulau tenang yang menawarkan pengalaman eksplorasi berbeda. Hal ini mendukung strategi baru yang menargetkan kebutuhan pelancong Indonesia yang semakin tertarik pada perjalanan yang kaya akan kesadaran dan kontak langsung dengan lingkungan alam.
“Seiring meningkatnya minat wisatawan Indonesia pada petualangan yang dekat dengan alam, kami ingin menyoroti berbagai dimensi Hong Kong yang belum banyak diketahui,” ujar Liew Chian Jia, Regional Director Southeast Asia Hong Kong Tourism Board (HKTB), dalam media briefing di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
HKTB menekankan bahwa Hong Kong tidak hanya menjadi pusat global, tetapi juga ajang untuk mengakses petualangan alam yang mudah dicapai. “Hong Kong adalah gerbang menuju ragam aktivitas outdoor yang menakjubkan,” tambahnya. Beberapa destinasi seperti Sai Kung, dengan air laut jernih dan formasi batuan vulkanik, serta Hong Kong UNESCO Global Geopark, yang menawarkan lanskap geologi unik, dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelancong yang mencari pengalaman berbeda.
Untuk pecinta ketinggian, puncak Tai Mo Shan menjadi pilihan utama, dengan pemandangan luar biasa dari atas awan. Jalur hiking seperti Dragon’s Back dan MacLehose Trail juga menyediakan tantangan bagi pelancong, mulai dari tingkat pemula hingga petualang berpengalaman. Aktivitas seperti stand-up paddleboarding, bersepeda di pesisir, dan menjelajah pulau kecil seperti Cheung Chau, disediakan untuk memastikan pengalaman tetap ramah bagi pengunjung yang baru mencoba eksplorasi alam.
“Aku cukup terkejut karena dari pusat kota, kita bisa dengan cepat sampai ke pegunungan, pantai, atau pulau-pulau kecil yang tenang. Bahkan cukup dengan transportasi umum, dalam waktu singkat sudah bisa menikmati suasana alam,” kata Niky Putra, kreator konten Indonesia.
Vino, seorang kreator konten lainnya, mengungkapkan bahwa pengalaman baru dalam petualangan alam sangat mengesankan. “Ini pertama kalinya aku coba stand-up paddling, dan ternyata sangat seru. Mengayuh dengan pemandangan pulau di sekitarnya jadi kenangan tak terlupakan,” katanya. Ia menambahkan, kemudahan akses dan infrastruktur yang lengkap membuat Hong Kong terasa ramah, terutama bagi wisatawan Indonesia yang ingin menikmati aktivitas outdoor tanpa memerlukan keterampilan ekstrem.
Untuk mendekatkan diri dengan pasar Indonesia, HKTB bekerja sama dengan Eiger dalam promosi The Great Outdoor Hong Kong. Kolaborasi ini tidak hanya berupa kampanye pemasaran, tetapi juga menampilkan bagaimana perlengkapan outdoor mendukung eksplorasi di berbagai medan, dari pesisir hingga pegunungan. “Petualangan kini lebih inklusif dan mudah dijangkau, serta hadir dalam kehidupan sehari-hari,” kata Satria Nurzaman, Brand Product Marketing Manager Eiger.
Dengan pendekatan ini, Hong Kong berharap menarik lebih banyak wisatawan Indonesia, bukan hanya sebagai destinasi kota, tetapi juga sebagai tempat bermain dan bereksplorasi bagi pelancong yang menyukai tantangan alam. Sebagai catatan, pada 2025, tercatat sekitar 382.000 wisatawan Indonesia berkunjung ke Hong Kong, berkontribusi pada total 49,9 juta kunjungan wisatawan global.