Key Discussion: Trump Batalkan Serangan, Saatnya IHSG Bangkit dari Kubur!

Trump Batalkan Serangan, IHSG Berpeluang Bangkit

Jakarta – Pasar saham Indonesia mungkin mengalami perubahan arah setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran. Keputusan tersebut dikeluarkan tepat sebelum tenggat waktu yang ditetapkan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Trump menyebutkan kemajuan signifikan dalam dialog antara AS dan Iran sebagai alasan utama untuk menunda operasi militer.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Terpuruk

Indeks IHSG telah merosot selama tiga hari berturut-turut, dengan penurunan mencapai 2,97% sejak Kamis lalu. Harga saham mencapai level 6.900, menurun 23,6% dari titik tertingginya pada 19 Januari 2026 (9133,87). Kesepakatan Trump diharapkan menjadi pemicu positif bagi kembalinya kekuatan pasar saham lokal.

Kebuntuan AS-Iran Berdampak pada Pasar Global

Langkah Trump berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan harga di pasar keuangan. Sementara itu, kontrak berjangka saham AS mengalami kenaikan signifikan setelah pengumuman tersebut. Dow Futures melonjak 2,1%, S&P 500 naik 2,1%, dan Nasdaq 100 mencapai kenaikan 2,3%. Sebaliknya, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate jatuh 18% menjadi di bawah US$93 per barel.

“Iran telah mempresentasikan proposal 10 poin yang bisa menjadi dasar negosiasi. Saya berharap kesepakatan ini diselesaikan dan disempurnakan dalam dua minggu mendatang,” ujar Trump.

Pasar Asia juga mengalami penguatan, dengan Kospi Korea Selatan naik 5,3% dan Kosdaq meningkat 3,4%. Saham unggulan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melonjak 7,25% dan 9,2%. Di Jepang, Nikkei 225 memperlebar kenaikan menjadi 4,5%, sementara Topix naik 3,2%. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga menguat 2,7%.

Pasar Hong Kong diperkirakan akan kembali bergerak positif setelah libur. Kontrak berjangka Hang Seng Index mencapai level 25.233, naik dari penutupan terakhir di 25.116,53. Josh Rubin, manajer portofolio di Thornburg Investments, mengatakan:

“Dalam jangka panjang, harga energi memang memengaruhi inflasi global. Namun, jika ada tanda-tanda harga minyak bisa turun, hal itu akan baik untuk inflasi dan berpotensi mendukung penurunan suku bunga bank sentral.”

Indeks dolar AS melemah hingga 98 pada Rabu pagi, dari 99,86 pada perdagangan kemarin. Kebijakan Trump dinilai menghentikan tekanan terhadap pasar saham global yang sebelumnya terganggu karena ketegangan antara AS dan Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *