Perang Timur Tengah – Danantara Uji Ketahanan Portofolio Investasi

Perang Timur Tengah, Danantara Uji Ketahanan Portofolio Investasi

Dalam suasana gejolak geopolitik di Timur Tengah, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh berbagai negara. Chief Investment Officer Pandu Sjahrir mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menganalisis kekuatan portofolio investasi terkait ketidakpastian yang muncul. “Kami melakukan uji ketahanan portofolio karena situasi di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga mengguncang pasar global,” jelasnya di Auditorium Bank Mega Jakarta, Selasa (7/4/2026).

“Kita juga melihat seminggu terakhir pemerintah Singapura, pemerintah Malaysia, pemerintah Filipina, sudah bilang ini act of war,” tambahnya.

Pandu menegaskan bahwa keadaan politik saat ini menjadi sorotan beberapa negara tetangga Indonesia. Menurutnya, meski situasi memanas, masih ada celah peluang investasi yang bisa dimanfaatkan. “Dalam kondisi yang kacau ini, kami menitikberatkan pada aspek aset, pasar kredit menawarkan potensi, serta sektor-sektor yang sedang berkembang,” ujarnya.

BPI Danantara berpendapat bahwa berbagai aspek harus dilihat dari sudut pandang positif. “Kami cenderung melihat hal-hal yang bisa memberi manfaat, bukan hanya risiko,” katanya. Ia menambahkan bahwa keadaan pasar equity semakin menarik karena peluang di sektor hilirisasi, kesehatan, dan infrastruktur digital mulai terbuka.

Meski tidak menyangkal kenaikan biaya modal, Pandu yakin ada sektor-sektor yang layak dipertimbangkan. “Meski tantangan ada, kami tetap optimis karena beberapa bidang investasi menunjukkan pertumbuhan yang berpotensi,” tuturnya. Ia menekankan pentingnya mencari sisi lain dari perubahan geopolitik untuk menemukan peluang baru di tengah ketidakpastian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *