BKSDA: Anak komodo masuk pemukiman warga di Manggarai Timur

BKSDA: Anak komodo masuk pemukiman warga di Manggarai Timur

Kupang, NTT – Seorang anak komodo yang masuk ke pemukiman warga di Manggarai Timur telah dilepas kembali ke lingkungan alaminya oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BBKSDA NTT, Adhi Nurul Hadi, mengatakan bahwa evakuasi satwa dilakukan setelah masyarakat melaporkan keberadaan komodo di dalam pondok. “Respons cepat dari masyarakat sangat membantu proses penanganan, sehingga bisa dilakukan secara aman, baik bagi warga maupun satwa,” ujarnya.

“Respons cepat dari masyarakat sangat membantu proses penanganan, sehingga bisa dilakukan secara aman, baik bagi warga maupun satwa,” ujarnya.

Sebelum dikeluarkan dari pemukiman, tim BBKSDA melakukan identifikasi terhadap anak komodo tersebut. Satwa yang ditemukan memiliki ukuran sekitar 42 sentimeter dan berat sekitar 80 gram, termasuk dalam kategori hatchling.

Pemeriksaan menyeluruh dilakukan, seperti pengukuran, pemasangan chip microtag, serta pengambilan sampel darah. Setelah selesai, komodo dilepaskan kembali ke habitat aslinya di kawasan Watu Pajung.

Dalam proses pelepasan, BBKSDA mempertimbangkan faktor kesesuaian lingkungan dan tingkat kelangsungan hidup. Satwa ditempatkan di atas pohon untuk menghindari ancaman predator dan memudahkan adaptasinya.

BBKSDA NTT menyoroti bahwa munculnya komodo di sekitar pemukiman warga memerlukan perhatian serius. Laporan serupa kini semakin meningkat di Kecamatan Sambi Rampas, yang menjadi perhatian utama.

Berdasarkan hasil pemantauan tim, jumlah komodo di wilayah tersebut berkisar antara 5 hingga 19 ekor. BBKSDA pun mengimbau warga untuk tetap waspada agar tidak terjadi konflik antara satwa langka ini dengan masyarakat sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *