Key Strategy: IHSG menguat ikuti Asia seiring Trump kembali tunda serangan ke Iran
IHSG Menguat Ikuti Kenaikan Pasar Asia
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu pagi mengalami kenaikan, seiring peningkatan harga saham di bursa kawasan Asia. Pemicunya adalah kembali ditunda oleh Presiden AS Donald Trump terkait ancaman serangan terhadap Iran selama dua pekan. IHSG dibuka naik 191,38 poin atau 2,75 persen ke level 7.162,41. Sementara kelompok saham unggulan, yakni indeks LQ45, melonjak 22,61 poin atau 3,22 persen ke 724,27.
“Berdasarkan analisis teknis, IHSG memiliki potensi untuk terus naik, dengan support dan resistance di sekitar 6.920–7.240,” kata Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, dalam laporannya di Jakarta, Rabu.
Konteks Global: Trump Menunda Serangan ke Iran
Ketegangan geopolitik di tingkat internasional meningkat setelah Trump mengancam akan menyerang infrastruktur Iran jika tidak ada kesepakatan hingga pukul 20.00 waktu AS. Namun, setelah Pakistan meminta perpanjangan waktu dua pekan untuk negosiasi, Trump kembali menunda rencana serangan. Pernyataan ini membuat pasar mengalami penyesuaian positif, terutama di sektor energi.
Harga minyak dunia langsung turun setelah pengumuman penundaan serangan. WTI jatuh 14,63 persen ke 96,43 dolar AS per barel, sementara Brent turun 12,86 persen ke 95,22 dolar AS per barel pada pukul 09.18 WIB. Pasar juga memantau rilis risalah pertemuan FOMC pada Kamis (09/04), yang akan memberikan gambaran tentang proyeksi suku bunga The Fed. Data inflasi seperti Personal Income, PCE Price Index, GDP Price Index, hingga CPI juga menjadi fokus utama investor.
APBN Tetap Kuat Meski Harga Minyak Naik
Di sisi domestik, Kementerian Keuangan mengklaim anggaran negara (APBN) masih stabil meski harga minyak global mengalami tekanan. Pemerintah telah melakukan simulasi fiskal untuk berbagai skenario harga minyak, termasuk level 80–100 dolar AS per barel, dan memastikan defisit tetap terjaga sekitar 2,9 persen dari PDB. Langkah efisiensi belanja serta strategi mitigasi juga disiapkan untuk mengurangi dampak kenaikan harga energi.
Secara keseluruhan, APBN dinilai masih memiliki ruang cukup untuk menyerap tekanan global, menjaga subsidi BBM, dan mempertahankan stabilitas bahkan dalam skenario terburuk. Namun, kepekaan APBN terhadap kenaikan harga minyak tetap tinggi, sehingga defisit bisa terpengaruh jika harga energi terus tinggi. Efektivitas langkah efisiensi dan mitigasi menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan fiskal.
Kondisi Pasar Global
Pada perdagangan Selasa (07/04), bursa Eropa secara umum melemah, dengan Euro Stoxx 50 turun 1,07 persen, FTSE 100 Inggris melemah 0,84 persen, DAX Jerman turun 1,06 persen, dan CAC 40 Prancis merosot 0,67 persen. Di sisi lain, bursa AS Wall Street mengalami kenaikan mayoritas, di mana Dow Jones Industrial Average sedikit turun 0,18 persen ke 46.584,46, S&P 500 naik 0,08 persen ke 6.616,85, serta Nasdaq Composite menguat 0,10 persen ke 24.202,37.
Bursa Asia regional juga mengalami penguatan, dengan Nikkei naik 5,01 persen ke 56.104,00, Shanghai menguat 1,55 persen ke 3.950,40, Hang Seng naik 2,28 persen ke 25.690,00, serta Strait Times mengalami kenaikan 0,75 persen ke 4.995,05.