Gunung Semeru kembali erupsi Rabu pagi – tinggi letusan 1.000 meter

Gunung Semeru Kembali Erupsi Rabu Pagi, Tinggi Letusan Capai 1.000 Meter

Pada Rabu pagi, Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami letusan dengan ketinggian abu mencapai 1.000 meter di atas puncak. Menurut laporan tertulis yang diterima, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian menyatakan bahwa erupsi terjadi pada pukul 07.04 WIB. Kolom abu yang teramati memiliki warna putih hingga kelabu, dengan intensitas tebal mengarah ke arah barat daya.

Sebelumnya, pada pukul 05.30 WIB, Gunung Semeru juga mengalami erupsi. Tinggi kolom letusan tercatat sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl). Erupsi tersebut tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimal 22 mm dan durasi 148 detik. Sementara letusan Rabu pagi dicatat dengan durasi 100 detik.

“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),”

kata Sigit Rian Alfian. Ia menambahkan bahwa Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi untuk menghindari area tertentu.

Area Terdampak dan Peringatan

Menurut Sigit, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dengan jarak 13 kilometer dari puncak. Di luar zona tersebut, warga dianjurkan menjaga jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena ada risiko terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang bermula dari puncak Gunung Semeru. Area yang perlu diperhatikan termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, ada ancaman lahar terhadap sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *