Pemprov DKI akan lengkapi JAKI dengan dokumentasi langsung

Pemprov DKI Jakarta Perkuat JAKI dengan Sistem Dokumentasi Real-Time

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperbaiki aplikasi Jakarta Kini (JAKI) dengan fitur baru yang mengandalkan pengambilan gambar langsung di lapangan. Langkah ini diambil setelah terjadi penyalahgunaan foto yang dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menipu bukti tindak lanjut pengaduan warga di platform tersebut.

“Di masa depan, sistem akan ditambahkan dengan mekanisme dokumentasi real-time, sehingga setiap indikasi penyelesaian masalah diambil langsung di lapangan dan mempunyai tingkat keaslian yang lebih tinggi,” terang Budi Awaluddin, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, Rabu.

Dalam upaya menangani potensi manipulasi digital, Pemprov DKI juga fokus pada pengembangan alat deteksi AI serta metode rekayasa lainnya. Hal ini bertujuan memastikan proses validasi laporan masyarakat lebih akurat dan menjaga kualitas data yang dikelola.

Kasus Pemalsuan Foto Viral di JAKI

Kasus pemalsuan bukti penyelesaian pengaduan melalui foto rekayasa AI menjadi sorotan publik. Budi menyampaikan apresiasi terhadap peran warga yang aktif memantau kualitas layanan publik. Ia menegaskan bahwa masyarakat bisa melaporkan indikasi kecurangan, seperti manipulasi AI atau praktik fraud, melalui layanan WhatsApp di nomor 0811-1272-206.

Lebih lanjut, Pemprov DKI mengajak warga terus berpartisipasi dalam pengembangan kota. Masukan, aspirasi, atau laporan yang disampaikan via kanal resmi diharapkan mendukung transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci dalam menciptakan Jakarta yang lebih baik dan nyaman bagi seluruh lapisan,” ujar Budi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *