Berita

Key Strategy: Keraton Yogya Berduka, Bagas Korban Tewas saat Glamping Ternyata Fotografer Tundha Yekti

Key Strategy: Keraton Yogya Mengalami Duka, Bagas Tewas Saat Glamping Kematian Bagas Amar Hakiki di Glamping Desa Posong Key Strategy - Kota Yogyakarta

Desk Berita
Published Mei 29, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Strategy: Keraton Yogya Mengalami Duka, Bagas Tewas Saat Glamping

Kematian Bagas Amar Hakiki di Glamping Desa Posong

Key Strategy – Kota Yogyakarta berduka cita setelah salah satu fotografer lepas Keraton Yogya, Bagas Amar Hakiki (21), ditemukan tewas bersama tiga anggota keluarganya saat menginap di tenda selama acara glamping di Desa Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Empat korban ditemukan dalam kondisi tubuh kaku, yang memicu perasaan sedih di tengah masyarakat. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (26/5/2026) pukul 22.00 WIB, ketika keluarga tersebut menghabiskan malam terakhir di lokasi wisata yang dianggap aman dan nyaman.

Keluarga yang terdiri dari MHM (52), M (43), dan AEH (17) merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka datang ke Desa Posong untuk menikmati pengalaman glamping, yang merupakan aktivitas populer bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Saat petugas wisata mengingatkan waktu checkout, tidak ada respons dari tenda. Setelah dibuka, keempat korban dalam kondisi meninggal dunia, memperdalam misteri di balik kejadian tersebut.

Bagas, Fotografer Berbakat yang Juga Mahasiswa Sastra Prancis

Key Strategy – Bagas tidak hanya seorang fotografer terampil, tetapi juga mahasiswa Sastra Prancis di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM angkatan 2022. Dalam masa magang di Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogya pada 2024, ia menunjukkan kemampuan yang menonjol, sehingga diangkat sebagai bagian dari tim dokumentasi. “Bagas dikenal sebagai sosok yang bisa diandalkan dan senang membantu,” kata Nyi RW Kartiutami Guritno, Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti.

“Yang bersangkutan (Bagas) adalah mahasiswa kami Sastra Prancis Angkatan 2022,” ungkap Dekan FIB UGM, Prof Setiadi, kepada media, Kamis (28/5/2026). Ia juga menegaskan bahwa Bagas memiliki kontribusi signifikan dalam mempromosikan budaya Jawa melalui karya fotografinya. Pihak Keraton Yogya menyampaikan rasa kehilangan mendalam terhadap kepergian Bagas, yang dikenang sebagai rekan dan sahabat dekat.

Investigasi Penyebab Kematian yang Masih Berlangsung

Key Strategy – Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, menjelaskan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Sampel makanan barbeque yang dibawa korban sedang diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng untuk mencari petunjuk penyebab kematian. “Kami belum bisa mengonfirmasi dugaan pasti karena proses autopsi sedang berlangsung,” terang Deputra.

Pihak keraton memberikan dukungan penuh terhadap investigasi. Mereka menyatakan bahwa Bagas adalah bagian dari tim yang bekerja sama dalam menyebarluaskan kebudayaan lokal. “Keraton Yogya sangat sedih, karena kehilangan anggota tim yang kompeten dan dekat dengan kami,” tambah Nyi RW Kartiutami. Dugaan awal menyebutkan indikasi keracunan makanan, namun penyebab pasti masih dipertanyakan.

Glamping Sebagai Aktivitas Wisata yang Dapat Memicu Kecelakaan

Key Strategy – Glamping di Desa Posong menjadi tempat kejadian yang menimbulkan pertanyaan. Meskipun dianggap aman, aktivitas ini bisa berpotensi mengakibatkan kejadian tak terduga, seperti yang dialami keluarga Bagas. Lokasi wisata tersebut biasanya dihiasi dengan fasilitas yang nyaman, tetapi kejadian tragis ini menyoroti pentingnya pengawasan dan persiapan sebelum acara berlangsung.

Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan bahwa keluarga Bagas tidak memberi tahu siapa pun sebelum kejadian. Ini memicu penelusuran lebih lanjut mengenai kondisi lingkungan dan keadaan makanan yang dibawa. “Key Strategy kami adalah memastikan keamanan para pengunjung, tetapi kejadian ini menunjukkan adanya celah yang perlu diperbaiki,” tambah Kasat Reskrim Deputra. Kematian mendadak ini juga menyedot perhatian warga setempat dan media.

Pengaruh Tragedi pada Komunitas dan Industri Wisata

Key Strategy – Tragedi kejadian glamping ini memberikan dampak besar pada komunitas lokal dan industri wisata. Masyarakat mengapresiasi kontribusi Bagas dalam memperkenalkan budaya Jawa melalui karya fotografinya. “Kehilangan Bagas membuat kami merasa sedih, karena ia adalah bagian dari tim yang membantu melestarikan nilai-nilai kebudayaan,” jelas Kartiutami. Pihak Keraton Yogya berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi pengelola wisata untuk meningkatkan kesiapan darurat.

Pengunjung objek wisata Posong mengalami kekecewaan setelah mendengar kabar duka. “Key Strategy kami adalah memberikan pengalaman yang menyenangkan, tetapi ini menjadi pengalaman yang menyedihkan,” kata salah satu pengelola. Tragedi ini juga memperhatikan peran fotografer lepas dalam menggambarkan keindahan budaya dan keamanan di tempat-tempat wisata. Dengan kehilangan Bagas, industri kreatif dan wisata lokal kehilangan salah satu penggiat yang berbakat.

Leave a Comment