Penjualan Rokok Turun – Emiten Gudang Garam (GGRM) Pangkas Beban

Penjualan Rokok Turun, Emiten Gudang Garam (GGRM) Pangkas Beban

Jakarta – Perusahaan pemroduksi rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 58,7% dibandingkan tahun sebelumnya di 2025. Dikutip dari laporan keuangan terbaru yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia, laba tahun berjalan perusahaan mencapai Rp1,55 triliun. Dibandingkan dengan 2024 yang sebesar Rp980,81 miliar, angka ini menunjukkan peningkatan signifikan.

Beban pokok pendapatan GGRM turun menjadi Rp80,38 triliun, sementara pendapatan total mengalami penurunan 9,4% yoy ke Rp89,37 triliun. Dalam periode sebelumnya, pos beban ini mencapai Rp89,27 triliun. Meskipun ada penghematan pada beban pokok, laba bruto perusahaan justru menurun 4,21% menjadi Rp8,98 miliar.

Distribusi pendapatan GGRM menunjukkan penurunan di berbagai sektor bisnis. Sigaret kretek mesin (SKM) mengalami penurunan 8,32% yoy ke Rp79,41 triliun, sementara sigaret kretek tangan (SKT) turun lebih dalam 15,28% menjadi Rp7,9 triliun. Penjualan di pasar ekspor dan dalam negeri juga mengalami penurunan.

Strategi penghematan utama GGRM fokus pada penurunan beban usaha sebesar 13,81% yoy ke Rp6,63 triliun. Hal ini dicapai melalui pengurangan biaya transportasi, pengangkutan, iklan, promosi, serta pemasaran yang mencapai 39,25% ke Rp1,44 triliun. Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan pengeluaran karyawan sebesar 18,34% ke Rp1 triliun.

Dalam aspek permodalan, total aset GGRM hingga akhir 2025 mencapai Rp75,25 triliun. Angka ini mengalami penurunan dari Rp84,93 triliun di akhir 2024. Sementara liabilitas dan ekuitas perusahaan masing-masing berada di level Rp12,68 triliun serta Rp62,57 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *