Special Plan: Menperin Pastikan Stok Plastik RI Masih Aman Meski Harga Melambung
Menperin Pastikan Stok Plastik RI Masih Aman Meski Harga Melambung
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pasokan plastik nasional tetap stabil meski terjadi kenaikan harga bahan baku akibat gejolak geopolitik global. Ia menjelaskan bahwa tekanan terhadap industri plastik berasal dari eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, yang memengaruhi distribusi nafta, bahan baku utama sektor petrokimia.
“Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu gangguan pada suplai industri yang bergantung pada nafta,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Rabu (8/4).
Kenaikan biaya produksi terjadi karena gangguan distribusi global, tetapi pemerintah terus mengambil langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan bahan baku. “Langkah pengamanan pasokan sedang dijalankan secara bersamaan,” tambahnya.
Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan pelaku industri tengah menerapkan beberapa strategi untuk menjaga kelangsungan produksi. Di antaranya mencari sumber pasokan nafta alternatif di luar Timur Tengah, mengoptimalkan penggunaan LPG sebagai bahan bantu, serta mendorong penggunaan plastik daur ulang berkualitas tinggi sebagai pengganti.
Berdasarkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI), kinerja industri kemasan pada Maret 2026 tetap berada dalam fase ekspansi. Hal ini membuktikan aktivitas produksi masih berjalan lancar, dengan stok plastik dinilai memadai. Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi dengan sektor manufaktur untuk memastikan stabilitas rantai pasok.
Keluhan Industri Akibat Kelangkaan Plastik
Di sisi lain, pelaku industri makanan dan minuman menyebutkan kelangkaan plastik yang mengakibatkan kenaikan harga signifikan. Harga plastik meningkat hingga 30-60 persen di tingkat produsen dan dua kali lipat di tingkat pedagang. Naiknya tarif ini juga dirasakan oleh pedagang kecil, dengan harga produk seperti kantong plastik atau sedotan melonjak tajam, meningkatkan beban operasional usaha.
Kelangkaan bahan baku, terutama dari Timur Tengah, menyebabkan penurunan produksi industri hulu plastik dalam negeri. Namun, Menperin memastikan bahwa kebutuhan domestik maupun ekspor tetap dapat dipenuhi di tengah tantangan global.