New Policy: Kemenkes prioritaskan vaksin bagi nakes di 14 daerah campak tinggi

Kemenkes Prioritaskan Vaksin Bagi Nakes di 14 Daerah Campak Tinggi

Jakarta (Antara) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan prioritas vaksinasi campak untuk 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan (nakes) di 14 daerah dengan angka kasus tertinggi. Langkah ini bertujuan melindungi para orang dewasa yang rentan terhadap penyakit tersebut. Lucia Rizka Andalusia, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, menjelaskan bahwa program ini juga mencakup 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani internship di seluruh Indonesia.

Perluasan Indikasi Vaksin untuk Dewasa

Menurut Lucia, vaksin campak biasanya diberikan pada anak-anak dengan tiga tahap, yaitu saat usia 9 bulan, 18 bulan, dan booster di kelas 1 SD. Namun, dalam situasi Kejadian Luar Biasa (KLB), Kemenkes melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah-daerah yang mengalami peningkatan kasus. “Dengan adanya KLB, risiko penularan kepada nakes yang bekerja langsung dengan pasien meningkat signifikan,” tegasnya.

“Nah tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi dalam hal ini para nakes, yang terutama yang bekerja langsung dengan pasien ini mengalami risiko tinggi terkait dengan penularan ini,”

Kemenkes mengapresiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang memberikan izin perluasan indikasi vaksin campak Bio Farma untuk orang dewasa. Langkah ini akan dilakukan segera setelah persetujuan diterima. “Saat ini, ketersediaan vaksin MR yang digunakan dalam program pemerintah mencapai 9,8 juta dosis di seluruh Indonesia, dengan stok yang bisa bertahan hingga 5,5 bulan,” ujarnya.

Pengawasan dan Kolaborasi dengan Daerah

Sebagai upaya mendukung distribusi vaksin, Kemenkes memantau ketersediaan dan kualitasnya secara real-time melalui Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik secara Elektronik (SMILE). Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjalankan vaksinasi, terutama bagi nakes.

Dalam kesempatan tersebut, Lucia mengingatkan bahwa anak-anak yang mendapatkan vaksin campak sejak awal seharusnya terlindungi seumur hidup. Namun, ada kasus di mana anak terlewat dosis. Oleh karena itu, ia mengimbau orang tua dan wali untuk segera memperbaiki status imunisasi anak-anak mereka, bukan menunggu mereka sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *