Main Agenda: Mentan segera panggil importir kedelai jaga stabilitas harga

Mentan segera panggil importir kedelai jaga stabilitas harga

Jakarta – Menteri Pertanian Amran Andi Amran Sulaiman mengungkapkan rencana untuk meminta pertemuan mendesak dengan para importir kedelai dalam beberapa hari ke depan. Langkah ini bertujuan mengatasi kenaikan harga dan memastikan kebijakan tidak menambah beban masyarakat, terutama di tengah perubahan dinamika geopolitik global.

“Nanti, mungkin minggu-minggu depan (pemanggilan terhadap importir kedelai),” kata Mentan setelah menghadiri pertemuan dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu.

Ia menekankan perlunya komunikasi intensif antara timnya dengan pelaku usaha. “Dirjen Tanaman Pangan, saya sudah perintahkan untuk segera berkoordinasi dan mengendalikan situasi harga secara cepat,” ujarnya.

Mentan menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan harga bahan pangan strategis. Kondisi geopolitik yang terus memanas berpotensi mengganggu pasokan dan harga di dalam negeri, sehingga intervensi diperlukan untuk meminimalkan dampak.

“Tapi Dirjen Tanaman Pangan, saya sudah perintahkan, cepat komunikasi. Jangan membebani rakyat di saat ada kondisi geopolitik memanas,” tambahnya.

Sementara itu, beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng, dan kelapa sawit (CPO) untuk biodiesel dianggap masih stabil. Ia berharap stabilitas harga kedelai dapat terus dipertahankan.

Amran juga mengingatkan agar tidak terjadi praktik distribusi yang merugikan, seperti yang terjadi pada gula rafinasi. Kebocoran pasokan menyebabkan kenaikan harga dan menghambat penjualan produk dalam negeri.

“Kami paham kalau ada kenaikan harga, tetapi jangan seperti rafinasi, kelakuan importir rafinasi. Kita tidak bisa jual gula white sugar karena ada rafinasi, bocor kemana-mana. Dan itu saja aku minta,” kata Amran.

Sebelumnya, Mentan telah meminta para importir untuk tidak meningkatkan harga kedelai secara signifikan. “Kedelai nanti kita minta kepada seluruh importir jangan menaikkan harga terlalu tinggi. Marilah kita menjaga stabilitas harga pangan dan kita ada empati perasaan peduli kepada saudara-saudara kita,” ujarnya.

Peringatan ini diberikan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/4). Ia memperhatikan dampak kenaikan harga kedelai terhadap produsen tahu dan tempe di tingkat masyarakat. Penyebab pasti kenaikan tersebut masih dalam penyelidikan, dengan rencana koordinasi lebih lanjut dengan direktorat terkait untuk mengambil langkah intervensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *