Key Discussion: Menhaj: 50 persen calon haji reguler akan ikuti Skema Murur
Jakarta – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melaporkan sekitar 50 persen jamaah calon haji Indonesia akan mengikuti Skema Murur sebagai langkah strategis mengurangi kepadatan pada fase puncak haji. Menurut Menhaj, kebijakan tersebut diambil untuk menjawab tantangan kepadatan arus mobilitas di Muzdalifah yang selalu menjadi titik krusial dan memerlukan penanganan khusus guna menghindari risiko keselamatan jiwa. “Jamaah Murur akan diambil dari setiap kloter dengan jumlah jamaah Murur sebanyak 100.930 orang atau sekitar 50 persen dari total kuota jamaah haji reguler,” ujar Menhaj Irfan saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan Murur merupakan skema pergerakan jamaah dari Arafah menuju Mina dengan melintas di Muzdalifah menggunakan bus tanpa turun dari kendaraan. Kebijakan ini merupakan bentuk keringanan (rukhsah) yang bertujuan menjaga keselamatan jiwa jamaah di tengah kepadatan ekstrem. Selain Murur, pemerintah juga menerapkan Program Tanazul di Mina, yakni fasilitas bagi jamaah untuk tidak menginap di tenda Mina dan kembali ke hotel di Makkah.
Program ini akan diikuti oleh 76.412 orang dari 196 kloter, khususnya yang tinggal di wilayah Syisyah, Raudhah, dan Aziziyah. Menhaj Irfan menekankan kedua kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi layanan haji yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan aspek ibadah, tetapi juga pada manajemen risiko dan perlindungan jamaah secara menyeluruh. “Kebijakan ini merupakan perwujudan dari prinsip menjaga keselamatan jiwa serta implementasi nyata dari konsep kemudahan atau rukhsah keringanan dalam menghadapi tantangan kepadatan yang ekstrem,” kata Menhaj.
Dalam pelaksanaannya, Skema Murur akan menggunakan armada bus khusus dari masing-masing markaz dengan pengawalan petugas. Keberangkatan jamaah dilakukan secara bertahap mulai pukul 19.00 waktu Arab Saudi untuk zona 3 dan 4, disusul zona 5 menjelang tengah malam. Sementara itu Satgas Muzdalifah dan Mina akan memastikan kelancaran proses pergerakan jamaah hingga tiba di tenda masing-masing tanpa terjadi penumpukan di titik-titik krusial.