New Policy: Bappenas sebut Sumbar kehilangan 6,6 ribu hektare kawasan hutan
Bappenas sebut Sumbar kehilangan 6,6 ribu hektare kawasan hutan
Di Kota Padang, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan bahwa Sumatera Barat mengalami kerugian sekitar 6.600 hektare kawasan hutan, yang berkontribusi pada terjadinya bencana hidrometeorologi pada akhir tahun 2025. Pernyataan ini diucapkan oleh Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas RI, Medrilzam, pada hari Rabu.
“Data menunjukkan Sumatera Barat kehilangan sekitar 6.600 hektare kawasan hutan, yang diperkirakan menjadi penyebab bencana yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Medrilzam.
Penghilangan kawasan hutan tersebut, menurutnya, disebabkan oleh perubahan fungsi lahan, termasuk pengembangan perkebunan kelapa sawit dan aktivitas pertambangan ilegal. Kebutuhan untuk merancang tata guna lahan yang optimal dinilai sangat penting agar dampak negatif tidak terulang.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan kerusakan dan kerugian akibat bencana hidrometeorologi mencapai total Rp33,55 triliun, termasuk kebutuhan pemulihan segera sebesar Rp21,44 triliun. Meski demikian, Sumbar menunjukkan ketangguhan yang tinggi, yang tercermin dari capaian indikator makro pembangunan yang relatif baik.
IPM pada 2025 mencapai 77,27, melebihi rata-rata nasional. Meskipun Sumbar telah memiliki sistem peringatan dini terkait potensi dampak bencana dari berbagai sektor, kebijakan yang tepat terutama dalam pengelolaan tata guna lahan tetap diperlukan.