Solving Problems: Kemenperin: GIICOMVEC jadi gerbang kolaborasi lintas sektor
Kemenperin: GIICOMVEC jadi peluang untuk memperkuat kerja sama lintas sektor
Di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu, Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahyanto menyatakan bahwa GIICOMVEC 2026 berperan sebagai sarana untuk membangun sinergi antar sektor dalam meningkatkan daya saing industri otomotif nasional. Menurutnya, pameran ini menjadi kesempatan bagi pemerintah, pelaku usaha, organisasi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk saling berkolaborasi.
Kemitraan lintas sektor sebagai fondasi pertumbuhan industri
Eko menekankan bahwa kolaborasi yang terjalin di berbagai sektor menjadi dasar penting dalam memperkuat struktur industri, memaksimalkan efisiensi, serta mengembangkan teknologi kendaraan komersial yang sesuai dengan dinamika pasar dan keberlanjutan lingkungan. Pemerintah, melalui Kemenperin, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pameran tahunan tersebut guna mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.
“GIICOMVEC 2026 dirancang sebagai forum untuk menjelajahi solusi kendaraan komersial terkini serta peluang bisnis yang dapat diakses secara langsung oleh industri lokal dan pembeli profesional,” ujar Putu Juli Ardika, Ketua Umum Gaikindo.
Putu juga menggarisbawahi pentingnya inovasi di sektor ini untuk menjaga dinamika pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyampaikan bahwa kendaraan komersial yang tangguh, efisien, dan menerapkan teknologi masa depan menjadi faktor kunci dalam memperkuat ekonomi Tanah Air.
Partisipasi merek dan industri pendukung
Pameran GIICOMVEC 2026 akan berlangsung dari 8 hingga 11 April 2026. Acara ini menampilkan 14 merek kendaraan komersial, termasuk Daihatsu, DFSK, Farizon, Ford, Foton, Hino, Isuzu, JAC Motor, Mitsubishi Fuso, Sany, Suzuki, Toyota, Wuling, serta Guangzi Auto. Berbagai kategori seperti light commercial vehicle, medium truck, heavy duty truck, bus, dan kendaraan khusus turut hadir.
Di samping itu, lebih dari 35 merek industri pendukung juga ikut berpartisipasi dengan memperkenalkan inovasi terbaru, seperti teknologi karoseri, suku cadang, dan sistem manajemen armada digital. Kehadiran mereka diperlukan untuk memperkaya pengalaman peserta dan memacu keberlanjutan sektor otomotif nasional.