Key Strategy: Dubes Inggris apresiasi layanan ramah lingkungan KAI Daop 6
Dubes Inggris Mengapresiasi Layanan Ramah Lingkungan KAI Daop 6
Rabu, sebuah stasiun di Yogyakarta menjadi tempat kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, His Majesty’s Ambassador Dominic Jermey CVO OBE, bersama Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi dari Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Pada kesempatan tersebut, Dubes Inggris diterima oleh EVP KAI Daop 6, Bambang Respationo, dan memberikan apresiasi terhadap inisiatif peningkatan layanan yang inovatif serta berfokus pada keberlanjutan lingkungan.
Upaya Kolaborasi dalam Kemitraan Strategis
Dubes Inggris menyampaikan bahwa tujuan kunjungannya adalah memperkuat kerja sama antara Inggris dan Yogyakarta, mulai dari isu iklim hingga pendidikan. Ini bagian dari Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia yang diluncurkan awal tahun ini oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Sir Keir Starmer. “Kemitraan Inggris-Indonesia di Yogyakarta telah memberikan hasil konkret. Contohnya, melalui proyek MELAJU, Inggris membantu transisi ke sistem transportasi perkotaan rendah karbon dan terintegrasi,” ujarnya.
Inisiatif Berkelanjutan dan Inklusif
“Kami juga mendukung upaya ketahanan iklim serta inisiatif yang melibatkan masyarakat, seperti pengelolaan sampah sirkular di Kabupaten Bantul dan pengembangan ekowisata di Kulon Progo,” tambah Dubes Inggris.
Menurutnya, prinsip inklusivitas menjadi pusat dari pendekatan ini, termasuk dalam aksi iklim yang memperhatikan kesetaraan gender. “Sistem transportasi harus melayani semua kalangan,” jelasnya. Selain itu, Dubes Inggris mengapresiasi KAI Daop 6 atas penerapan layanan yang menggabungkan kemudahan, inklusivitas, dan ramah lingkungan.
Penataan Stasiun dan Eksplorasi Emobility
Dubes Inggris menyebutkan bahwa penataan Stasiun Yogyakarta akan menjadi fondasi penting menuju emisi nol bersih pada 2060 atau lebih awal. “Rencana ini bertujuan meningkatkan kapasitas stasiun, memudahkan integrasi antarmoda, serta memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang,” katanya. Ia menambahkan bahwa keberlanjutan lingkungan akan tetap diprioritaskan dalam rencana tersebut, sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.
Inovasi Ramah Lingkungan di KAI Daop 6
Manager Humas KAI Daop 6, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa beberapa tahun terakhir, KAI Daop 6 telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan layanan yang ramah lingkungan. Contohnya, sistem “boarding face recognition” mengurangi penggunaan kertas, sedangkan “water station” menyediakan air minum gratis guna mengatasi limbah plastik. Mesin pengering payung juga dimanfaatkan untuk mengurangi konsumsi plastik.
Feni menambahkan bahwa menggunakan kereta api merupakan bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Kereta api termasuk moda transportasi dengan emisi rendah,” ujarnya. Fitur “Carbon Footprint” di aplikasi Access by KAI memungkinkan penumpang menghitung estimasi emisi karbon selama perjalanan. Ia menyatakan bahwa inovasi berkelanjutan dan inklusif akan terus dikembangkan oleh KAI Daop 6, dengan dukungan semua pihak, termasuk pelanggan.