Key Strategy: Lewat EVA, Polytron Hadirkan Layanan Bantuan Darurat 24/7 Gratis!
Lewat EVA, Polytron Hadirkan Layanan Bantuan Darurat 24/7 Gratis!
Jakarta – Dengan meningkatnya penggunaan mobil listrik di Indonesia, kebutuhan konsumen akan ekosistem layanan yang lebih handal semakin meningkat. Sebagai respons, Polytron meluncurkan EVA atau Emergency Vehicle Assistance, layanan darurat 24 jam dan 7 hari yang gratis selama tiga tahun bagi pengguna mobil listrik G3 Series. Layanan ini bertujuan memberikan rasa aman dan ketenangan kepada pengguna kendaraan listrik Polytron.
Seiring perluasan jaringan showroom Polytron yang kini mencakup delapan lokasi di kota-kota besar, EVA menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat pengalaman kepemilikan kendaraan listrik secara menyeluruh. Selain bantuan darurat, layanan ini juga meliputi penarikan bantuan teknis, pemulihan baterai, penggantian ban, serta layanan lain seperti penyediaan ambulans untuk kasus kecelakaan.
Fasilitas Layanan Darurat EVA
Layanan EVA menawarkan berbagai pilihan bantuan, termasuk towing, jumper baterai, penggantian ban, kunci mobil, pengantaran ke SPKLU terdekat, dan inspeksi langsung oleh tim profesional. Adapun pusat koordinasi 24 jam terbuka untuk melayani permintaan pengguna setiap saat.
Polytron menempatkan kebutuhan konsumen sebagai prioritas utama. Dalam konteks teknologi baru, keamanan dan kenyamanan menjadi fokus utama. EVA menegaskan komitmen perusahaan untuk tidak hanya menyediakan kendaraan listrik modern dan efisien, tetapi juga membangun kepercayaan melalui dukungan purna jual yang komprehensif.
Showroom Polytron EV juga menerapkan konsep 3S (Sales, Service, Sparepart) yang terpadu. Konsumen bisa mendapatkan informasi produk, menguji coba kendaraan, dan berdiskusi tentang aspek kepemilikan serta layanan perbaikan. Selain itu, tempat ini juga menampilkan berbagai produk elektronik unggulan, seperti perangkat rumah tangga, audio video, dan motor listrik terbaru seperti Polytron FOX 350, FOX 200, serta FOX 500.
Langkah ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk mempercepat transisi ke kendaraan rendah emisi. Termasuk dalam strategi tersebut adalah pengurangan penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap hingga 2040, serta pencapaian target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060.