Key Strategy: Wamen Ekraf: Perempuan harus berani bermimpi dan mewujudkannya
Jakarta – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mengajak para perempuan Indonesia berani bermimpi dan berani untuk bekerja keras mewujudkannya. "Perempuan berani bermimpi, mulainya dari sana. Kalau misalnya kita sampai bermimpi saja tidak berani, maka kita tidak akan berani melangkahkan kaki.
Saya berharap bukan hanya perempuan, tapi semua warga negara Indonesia. Jangan mulai sesuatu dengan apalah saya. Masa sih saya bisa bermimpi.
Saya tidak worthy ," kata Wamen Ekraf Irene Umar dalam dialog nasional bertajuk "Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Kemandirian, dan Resiliensi Nasional dalam Memperkuat Kepemimpinan Perempuan yang Strategis dan Inklusif" di Jakarta, Rabu. Irene Umar juga meminta perempuan agar percaya diri supaya bisa keluar dari batasan-batasan yang mengurung potensi diri mereka. " Confidence level.
Bagaimana saya bisa menghargai diri sendiri. Apakah saya pede? Apakah saya menghargai apa yang saya lakukan?
Pernah tidak sih kita bertanya aduh saya cuma perempuan, tidak mungkin bisa. Kalau dengan pemikiran seperti itu, kita sudah kalah duluan. Saya ingin kita jadi perempuan yang tangguh.
Kita jangan menjadikan harkat gender kita sebagai penghalangnya," kata Wamen Ekraf Irene Umar. Menurut dia, semua manusia dilahirkan kreatif sehingga diyakini mampu menghasilkan jasa maupun produk-produk kreatif yang bernilai ekonomis. "Jadi selama ada kemauan, di situ pasti ada jalan.
Saya tidak selalu mengatakan kalau budget itu mau besar atau rendah, kalau kita mau melakukannya kita pasti bisa melakukannya lewat kolaborasi," kata Wamen Ekraf Irene Umar. Sejumlah pejabat negara yang turut hadir dalam acara tersebut antara lain Wamen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, dan Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati.