Main Agenda: Kemlu: KTT D-8 ditunda, agenda keketuaan RI terus berjalan

Kemlu: KTT D-8 ditunda, agenda keketuaan RI terus berjalan

Jakarta – Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi bahwa agenda kepemimpinan Indonesia di Developing Eight (D-8) tetap berlangsung, meskipun KTT yang sebelumnya dijadwalkan bulan ini ditunda. Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela, dalam sesi taklimat media di Jakarta, Rabu (8/4).

Penyesuaian Jadwal

Mulachela menjelaskan bahwa Indonesia masih mengawasi kondisi global untuk memutuskan waktu pelaksanaan agenda D-8 periode 2026–2027. “Kita tetap menjalankan lima prioritas yang sudah dirancang sebagai Ketua D-8,” katanya.

Sebagai negara penyelenggara, prioritas kita akan terus dilanjutkan. Tidak ada pembatalan, tetapi hanya mencari waktu yang lebih sesuai. Proses ini juga didiskusikan bersama Sekretariat Jenderal D-8 serta negara-negara anggota lainnya,” tambahnya.

Anggota D-8

Developing Eight (D-8) adalah organisasi kerja sama ekonomi yang didirikan pada 1997 oleh delapan negara berkembang. Anggotanya meliputi Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan tergabung sebagai anggota kesembilan sejak 2025.

Tema dan Prioritas Kepemimpinan

Indonesia memimpin D-8 pada periode 2026–2027 dengan tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.” Prioritas utama yang ditetapkan meliputi penguatan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi hijau dan biru, serta konektivitas dan ekonomi digital.

Sebelumnya, acara KTT D-8 direncanakan diadakan pada 15 April 2026, yang diawali oleh pertemuan pejabat tinggi dan menteri luar negeri. Meski jadwal KTT ditunda, kontribusi Indonesia terhadap agenda organisasi tetap terjaga dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *