Topics Covered: Penggunaan obat tetes mata bersteroid bisa memicu katarak
Penggunaan Obat Tetes Mata Bersteroid Berisiko Tinggi untuk Katarak
Dalam sesi diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu, dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi dr. Amir Shidik, Sp.M, Subsp.K.B.R, mengingatkan bahaya penggunaan obat tetes mata yang tidak terkontrol, khususnya yang mengandung steroid. Ia menjelaskan bahwa meski obat ini efektif mengatasi rasa gatal mata, penggunaannya berlebihan dapat memicu penyakit seperti glaukoma dan katarak.
Penjelasan tentang Katarak
Katarak adalah kondisi di mana lensa mata kehilangan kejernihannya, menyebabkan gangguan penglihatan. Prosesnya biasanya berlangsung perlahan dan tidak memberikan gejala yang terasa nyata pada tahap awal. Namun, penggunaan steroid secara terus-menerus bisa mempercepat perkembangan kondisi ini.
“Obat mata steroid memiliki efek samping seperti peningkatan tekanan bola mata dan risiko katarak yang lebih cepat,” ujar Amir.
Resiko pada Kelompok Rentan
Anak-anak di bawah usia 15 tahun tergolong kelompok yang rentan mengalami alergi. Faktor pemicu bisa bermacam-macam, mulai dari debu hingga bahan makanan seperti susu. Alergi sering kali ditandai dengan mata gatal atau merah, yang membuat seseorang cenderung menggunakan obat tetes mata secara mandiri tanpa konsultasi dengan dokter.
Praktik penggunaan obat tanpa resep sering kali menyebabkan penyalahgunaan steroid. Hal ini berpotensi merusak kesehatan mata dan memicu komplikasi yang lebih serius.
Peran Dokter dalam Diagnosis
Ketika seseorang mengalami keluhan seperti mata merah atau sering mengucek mata, Amir menyarankan untuk memeriksakan kondisi tersebut ke dokter. Dokter dapat membedakan apakah gejala berasal dari mata kering atau reaksi alergi. Jika mata merah tidak membaik dalam satu hingga dua hari, konsultasi medis menjadi penting.
“Mata merah menunjukkan adanya inflamasi. Saat itu, antibiotik diperlukan, tetapi harus diawasi oleh dokter,” tambah dr. Amir Shidik.
Dengan pemahaman yang tepat, penggunaan obat tetes mata bisa dihindari dari efek samping yang merugikan. Pemeriksaan rutin dan penggunaan obat sesuai petunjuk dokter menjadi langkah kunci menjaga kesehatan penglihatan jangka panjang.