Key Issue: Ini kata Menteri ESDM kondisi pasokan LPG Indonesia saat ini
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan pasokan gas minyak bumi cair (liquefied petroleum gas/LPG) di Tanah Air berada dalam kondisi aman karena posisi cadangannya sudah di atas 10 hari. "Saya menyampaikan bahwa masa sulit kita untuk LPG, sudah kita lewati sejak tanggal 4. Alhamdulillah, sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kepada awak media usai Taklimat Presiden Prabowo, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan bahwa cadangan LPG itu sudah dipasok dari Australia, Amerika dan beberapa negara lain sehingga ketersediaan komoditas itu tidak terkait dengan kondisi di Selat Hormuz. Ia menyebutkan, hingga saat ini, total impor LPG Indonesia sekitar 70-75 persen berasal dari Amerika Serikat (AS), 20 persen dari Timur Tengah dan sisanya dari beberapa negara lain, salah satunya Australia. Di saat yang sama, Bahlil menyampaikan terkait dengan BBM RON 92, 95 dan 98 termasuk dengan solar Pertamina Dex akan dilakukan penyesuaian setelah perhitungannya selesai.
"Sekarang kita masih melakukan ' excercise ' (penghitungan) dan mudah-mudahan doakan agar betul-betul harga ICP (Indonesian Crude Price) bisa turun. Itu akan jauh lebih baik lagi," jelasnya. Namun, sampai sekarang terkait harganya, dia memastikan masih dalam tahap perhitungan dengan Pertamina dan swasta.
Terkait dengan dua kapal Pertamina yang masih belum dapat melintasi Selat Hormuz, dia menyampaikan bahwa masih dilakukan komunikasi dengan pihak terkait. Komunikasi terus dibangun dengan harapan saat ada jeda dua pekan eskalasi di Timur Tengah dapat menemukan jalan keluar dari isu tersebut. "Dengan adanya jeda dua minggu dari pada eskalasi di Timur Tengah, mudah-mudahan bisa cepat selesai," demikian Bahlil Lahadalia.