Key Discussion: Ini 10 Poin Gencatan Senjata Iran, Akankah AS Setuju?

10 Poin Gencatan Senjata Iran, AS Siap Setujui?

Dari Jakarta, Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan sementara henti perang selama dua minggu, tepat di ambang batas waktu yang ditentukan Presiden AS Donald Trump. Kesepakatan ini menjadi peluang baru bagi negosiasi diplomatik setelah Teheran mengajukan proposal perdamaian yang terdiri dari 10 poin utama. Pemerintah AS menyatakan bahwa Israel juga menyetujui periode jeda konflik tersebut.

Isi Proposal dan Syarat Utama

Menurut media pemerintah Iran, rencana tersebut mencakup tuntutan seperti pencabutan seluruh sanksi ekonomi, penarikan pasukan AS dari wilayah Timur Tengah, serta pembebasan aset Iran yang terkunci. Titik paling sensitif dalam proposal adalah klaim Iran atas pengendalian Selat Hormuz, jalur utama pengiriman energi global. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa jalur pelayaran tetap terbuka dengan pengawasan militer Iran.

Sebagai bagian dari perjanjian, Iran dan Oman diusulkan menetapkan tarif hingga US$2 juta per kapal, yang digunakan untuk rekonstruksi. Namun, Iran masih membuka kemungkinan menutup selat tersebut jika negosiasi tidak berhasil.

“Siapa yang tahu apakah semua itu benar, tetapi jika perjanjian ini memberi Iran hak mengendalikan selat Hormuz, maka itu akan menjadi bencana bagi dunia,” ujar Senator Demokrat Chris Murphy, seperti dilaporkan Guardian, Rabu (8/4/2026).

Pemerintah AS belum merinci sikap resmi terhadap proposal, tetapi Trump menyebutkan bahwa negara itu akan “membantu mengatasi penumpukan lalu lintas di Selat Hormuz.” Beberapa analis menganggap tuntutan maksimal Iran hanyalah dasar untuk perundingan, bukan keputusan akhir.

Pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendukung jeda serangan terhadap Iran, tetapi menegaskan bahwa konflik di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan. Proses berikutnya akan dilakukan di Islamabad dengan bantuan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebagai mediator. Teheran telah menyatakan siap hadir, sementara Gedung Putih masih mempertimbangkan partisipasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *