Main Agenda: Rusia sebut akal sehat akhirnya menang dalam konflik AS dan Iran
Rusia Puji Kebijakan Akal Sehat dalam Konflik AS dan Iran
Moskow – Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Rabu menyatakan bahwa pendekatan akal sehat akhirnya mendominasi situasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, konflik tersebut sekarang berada dalam tahap penangguhan, dengan kedua pihak mengklaim bahwa mereka menang.
“Siapa yang menang? Pertama dan yang utama adalah akal sehat, yang menderita karena pernyataan Gedung Putih yang menyebutkan bahwa Iran dihancurkan dalam satu hari,” ujar Medvedev.
Menurut Medvedev, keputusan AS untuk membuka pembicaraan tentang usulan rencana 10 poin menjadi keberhasilan besar bagi Iran. Namun, ia menyoroti bahwa pertanyaan besar masih ada, yakni apakah Washington benar-benar akan menerima semua kondisi dalam proposal tersebut.
Sementara itu, Maria Zakharova, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, mengatakan bahwa strategi agresif dan menyerang tanpa provokasi akhirnya tertandingi. Zakharova menekankan bahwa situasi di Timur Tengah saat ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis eskalasi dan kekerasan tidak lagi efektif.
“Kebijakan militer justru menimbulkan kekacauan, sehingga penting untuk mencapai penyelesaian politik dan diplomatis melalui negosiasi yang menghormati kepentingan semua pihak,” tutur Zakharova.
Sebelumnya, Iran dan AS berhasil mencapai gencatan senjata selama dua minggu kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump. Kedua belah pihak akan memulai negosiasi di Pakistan mulai Jumat (10/4).