Kemendikdasmen: Pelaksanaan TKA di Kota Bandung sesuai prosedur
Kemendikdasmen: Pelaksanaan TKA di Kota Bandung sesuai prosedur
Pemeriksaan oleh Wakil Menteri
Atip Latipulhayat, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, mengonfirmasi bahwa pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP di Kota Bandung berjalan sesuai prosedur yang ditentukan. Ia juga menyebutkan bahwa selama mengunjungi tempat ujian, tidak ditemukan masalah signifikan.
“Saya mengamati langsung dan memasuki ruang ujian, prosesnya telah sesuai standar serta berjalan lancar tanpa hambatan, tambah Atip dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu.”
Tujuan dan Harapan
Menurut Atip, TKA bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai kemampuan akademik setiap siswa, bukan sebagai penentu kelulusan. Oleh karena itu, diajukan nama “tes” agar siswa tidak terlalu tegang.
“TKA ini bukan penentuan kelulusan, tetapi untuk mengetahui kemampuan akademik masing-masing, jadi tidak perlu cemas. Makanya mengapa namanya bukan ujian, tapi tes, kalau ujian itu sudah terlalu banyak ujian kita dalam kehidupan ini, jadi tes saja namanya,” katanya.
Kesiapan Sekolah
Asep Saeful Gufron, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan ke seluruh sekolah untuk memastikan kelancaran tes tersebut. Ia menekankan bahwa beberapa sekolah harus dipersiapkan khusus, terutama karena adanya zona tanpa akses internet.
“Sekolah baik SD dan SMP, itu sudah dipastikan bahwa internet aman dan kita juga didukung oleh provider ya, supaya maksimal. Yang dulu 200 Mbps, kita maksimalkan menjadi 500 Mbps di tiap sekolah. Termasuk sebelumnya juga ada pelatihan, baik guru maupun ke siswanya,” kata Asep.
Cerita Peserta TKA
Salah satu peserta TKA, Zaskia dari kelas 9D, menunjukkan sikap optimis meski harus menghadapi ujian dengan kursi roda. Ia menceritakan bahwa persiapan dilakukan melalui latihan soal dan belajar bersama.
“Pastinya aku belajar, lalu mencari-cari soal, latihan-latihan soal, belajar bareng juga sama teman-teman, karena aku tidak terlalu bisa belajar sendiri, jadi ada teman yang mengajari aku kalau aku tidak bisa, kalau tidak bisa bertemu bisa melalui video call,” kata Zaskia.