Key Strategy: Freeport sebut tingkat produksi tambang pascalongsor capai 50 persen

Freeport Perkenalkan Tingkat Produksi Tambang Setelah Longsor Capai 50 Persen

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – PT Freeport Indonesia (PTFI) menyampaikan bahwa produksi tambang setelah kejadian longsor di area Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025 berada dalam rentang 40 hingga 50 persen. Dalam siaran resmi yang diterima di Malang, Jawa Timur, Rabu, perusahaan menyatakan rencana untuk memulihkan operasional hingga mendekati kapasitas penuh pada akhir tahun 2026, serta menargetkan produksi maksimal pada awal kuartal pertama 2027.

“Kami berkomitmen menyajikan produksi yang aman, terjaga, serta berkelanjutan, sehingga manfaat maksimal dapat terus dirasakan oleh masyarakat, bangsa, dan negara. Kami akan terus berkembang bersama komunitas hingga penambangan selesai,” ujar Tony Wenas, Presiden Direktur PTFI.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, PTFI terus meningkatkan standar keselamatan di area tambang bawah tanah dan menambah personel keamanan di Grasberg. Langkah ini diambil untuk memastikan aktivitas operasional berjalan lancar tanpa risiko yang dapat mengganggu.

Dalam tahun 2025, PTFI telah menyetorkan total sekitar Rp70 triliun ke pemerintah sebagai bentuk pajak, royalti, dividen, dan pendapatan lainnya. Selain itu, perusahaan terus berinvestasi dalam program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar. Nilai investasi sosial pada 2025 mencapai hampir Rp2 triliun, dengan peningkatan sebesar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun setiap tahun.

PTFI juga mengelola lebih dari 30 ribu karyawan, di mana sekitar 40 persen merupakan warga asli Papua. Tony optimis kontribusi ini akan terus tumbuh seiring harga komoditas mineral yang masih tinggi, serta penerapan standar keselamatan dan operasional ketat.

Pemperingatan Ulang Tahun ke-59 dengan Refleksi atas Korban Insiden

Pada perayaan ulang tahun ke-59, Freeport Indonesia mengenang sembilan karyawan yang gugur dalam insiden di wilayah operasional selama setahun terakhir. Dalam rangkaian acara, manajemen PTFI memberikan penghormatan kepada tujuh korban yang meninggal akibat longsoran material basah pada 8 September 2025, serta dua karyawan yang tewas dalam dua kejadian penembakan di bulan Februari dan Maret 2026.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi insiden serupa, baik longsoran maupun penembakan, serta peristiwa lain yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja,” tambah Tony Wenas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *