Solving Problems: Bukan Bom, Prabowo Sebut Indonesia Diserang Asing Pakai Medsos dan AI

Jakarta, Presiden Prabowo Subianto sekali lagi memperingatkan cara baru bangsa asing menjajah Indonesia. Kemunculan teknologi baru seperti AI digunakan untuk memicu keributan di media sosial. Menurut Prabowo, bangsa asing bahkan memanfaatkan bangsa Indonesia untuk kepentingan asing dan menyebabkan gangguan di masyarakat Indonesia.

"Kita diganggu, dijajah bangsa asing. Selalu ada saudara-saudara kita, dari bangsa kita sendiri yang juga mempermudah bangsa asing itu menjajah kita, merampok kekayaan kita. Membuat kita budak itu, saudara kita juga," katanya.

Sikap iri dan dengki antar bangsa Indonesia, menurutnya, dieksploitasi untuk menimbulkan perpecahan di media sosial. Teknologi kemudian digunakan untuk mengesankan kritik muncul secara massif. Pihak tertentu, misalnya, menggunakan peralatan untuk memunculkan isu di media sosial lewat ribuan akun.

"Sekarang jadi masalah sedikit adalah teknologi. Dengan sekarang teknologi dengan teknologi AI, kecerdasan buatan, dengan teknologi informatika digital, satu orang, dia bisa punya 1.000 account. Dia bisa beli alat, tidak terlalu mahal, dari 1.000 ini bisa diperbanyak lagi," kata Prabowo.

Kehebohan di media sosial ini disebutnya sebagai echo chamber. Gejolak ini rawan dimanfaatkan oleh pihak yang ingin merusak Indonesia. "Seolah-olah jadi yang agak repot, 100 orang, 200 orang, 1000 orang, 5.000 orang.

Bisa bikin heboh. Ini namanya echo chamber, ada dalam pelajaran intelijen. Bagaimana mau merusak negara lain.

Dulu kirim pasukan, bom. Sekarang, tidak perlu mungkin. Permainannya lewat media sosial, fitnah dan hoaks," kata Prabowo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *