Key Discussion: Bali Pesta Pora Ada Perang Timteng, Banjir Wisman dari Dubai
Bali Tahan Meski Ada Konflik Timur Tengah
Dalam sebuah rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Rabu (8/4/2026), Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali tetap meningkat meski terjadi konflik di Timur Tengah. Menurut Koster, angka pengunjung asing selama periode Januari hingga 31 Maret 2026 menunjukkan tren positif, melebihi tahun sebelumnya. Meski demikian, ia tidak merinci detail angka kenaikan tersebut.
“Data tahun ini, dari awal Januari sampai 31 Maret 2026, justru menunjukkan kenaikan jumlah wisatawan mancanegara dibandingkan 2025. Awalnya ada isu perang antara Amerika Israel dan Iran yang dianggap akan mengurangi minat wisman ke Bali, tapi ternyata tidak berdampak signifikan,” ujar Koster.
Fenomena Wisman dari Dubai
Koster menyoroti fenomena unik di mana wisman dari Dubai membanjiri Bali pada awal 2026. Ia menyampaikan rasa syukur atas kenyataan bahwa Bali tetap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan internasional hingga tahun ini. “Kami sudah menerima tamu yang ingin pindah dari Dubai ke Bali, bahkan ada audiensi dari pihak-pihak yang berinvestasi di sana,” tambahnya.
Data Kunjungan Wisman Tahun 2025
Dalam 10 tahun terakhir, jumlah wisman ke Bali mencapai titik tertinggi. Tahun 2025, misalnya, mencatat 7.050.000 pengunjung, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya 6.33 juta orang. Meski ada tantangan, Bali masih menunjukkan daya tarik yang kuat.
“Di 2025, kunjungan wisatawan mancanegara melalui udara mencapai 7.050.000 orang, angka tertinggi sejak tahun-tahun sebelumnya,” jelas Koster.
Kendala di Bali
Koster mengakui bahwa Bali belum siap menerima banjir wisman dari Dubai karena kondisi infrastruktur yang masih memprihatinkan. Masalah kebersihan dan kemacetan lalu lintas menjadi faktor utama yang perlu diperbaiki. “Kami memohon bantuan pemerintah pusat untuk bersama-sama membenahi Bali agar bisa menampung beban kunjungan wisman yang semakin tinggi,” katanya.
“Jika pembenahan tidak dilakukan segera, Bali akan kualahan dan ketinggalan dibandingkan negara-negara seperti Malaysia dan Thailand. Meski begitu, Bali tetap dicintai karena budayanya yang kuat, meski sekarang terdapat masalah seperti kemacetan dan sampah,” pungkas Koster.