Meeting Results: Kondisi Timur Tengah Masih Memanas, Begini Nasib 20.784 TKI

Kondisi Timur Tengah Masih Memanas, Begini Nasib 20.784 TKI

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Rabu (8/4/2026), Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengungkapkan bahwa jumlah pekerja migran Indonesia (TKI) yang berada di beberapa negara Timur Tengah masih signifikan, meski situasi di kawasan tersebut tetap tidak stabil. Konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

Monitor dan Mitigasi untuk TKI di Wilayah Konflik

Mukhtarudin menjelaskan bahwa hingga 30 Maret 2026, masih terdapat sekitar 20.784 kontrak aktif pekerja migran Indonesia di sektor profesional perbatasan. “Kontrak tersebut berlaku selama periode 2023 hingga 30 Maret 2026, sehingga kurang lebih ada 20 ribu pekerja migran yang masih berada di wilayah Timur Tengah,” katanya dalam kesempatan tersebut.

Di sektor profesional perbatasan, terdapat 20.784 kontrak aktif pekerja migran Indonesia. Dari 2023 sampai 30 Maret 2026, berarti ada sekitar 20 ribu orang yang tetap berada di sana.

Menyikapi ketegangan tersebut, Kementerian P2MI telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi. Salah satu tindakan yang diambil adalah pembentukan Tim Crisis Monitoring oleh Direktorat Jenderal Pelindungan. “Kami melakukan pengawasan harian dan koordinasi dengan duta besar serta konsulat di luar negeri, terutama di negara-negara yang sedang mengalami konflik dan wilayah sekitarnya,” tambahnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mempertimbangkan untuk sementara waktu membatasi pengiriman TKI ke daerah-daerah yang rawan konflik. “Kita akan melakukan ‘cooling down’ di wilayah berpotensi meledaknya konflik, termasuk memperhatikan penempatan mereka,” jelas Mukhtarudin.

Perusahaan Penempatan TKI Diperiksa

Sebagai langkah tambahan, Kementerian P2MI akan mengecek perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) yang mengirimkan tenaga kerja ke wilayah Timur Tengah. “Kami sedang melakukan pendataan terhadap perusahaan-perusahaan penyalur untuk memperoleh informasi tentang hambatan yang dihadapi TKI di sana,” ujarnya.

Dalam situasi terkini, sebagian besar TKI di daerah konflik mengalami tekanan psikologis akibat ledakan bom dan rudal yang sering terjadi. “Trauma ini dirasakan karena mendengar suara ledakan setiap hari, dan kami telah menyediakan layanan konsultasi psikologis secara daring sesuai kebutuhan mereka,” lanjut Mukhtarudin.

Kondisi di Perbatasan Iran

Dari laporan yang diterima, terdapat 86 aduan dari pekerja migran Indonesia di perbatasan Iran selama periode 1 Maret hingga 7 April 2026. Mereka tersebar di Arab Saudi, Turki, hingga Uni Emirat Arab (UEA). “Didominasi oleh pekerja migran di Arab Saudi, yang mencapai 141 orang, Turki 18 orang, dan UAE 11 orang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *