Special Plan: Daniil Medvedev telan double bagel pertama kali sepanjang kariernya
Daniil Medvedev Alami Kekalahan Double Bagel di Monte Carlo Masters
Jakarta – Petenis asal Rusia, Daniil Medvedev, mencatatkan prestasi buruk dalam karier berupa kekalahan dengan skor 0-6, 0-6, yang disebut sebagai “double bagel” pertama dalam sejarahnya. Kekalahan ini terjadi saat ia kalah dari pemain Italia, Matteo Berrettini, di babak kedua turnamen Monte Carlo Masters, Prancis, Rabu lalu.
Statistik yang Memicu Kemenangan Berrettini
Dalam pertandingan tersebut, Medvedev hanya mampu meraih sembilan poin dari total servis yang diajukan. Persentase servis pertamanya mencapai 36 persen, sementara angka poin yang berhasil dia capai hanya 17 dari 67 poin keseluruhan dalam 12 gim. Berrettini menyebut pertandingan ini sebagai salah satu yang terbaik dalam hidupnya, menekankan bahwa Medvedev hanya membuat tiga kesalahan.
“Strategi permainan berjalan sempurna, dan senjata-senjata saya bekerja dengan sangat baik. Menang dengan dua set 6-0 seperti ini jarang terjadi,” kata Berrettini, dikutip dari The Athletic, Kamis.
Sebelumnya, Medvedev sempat menang atas pemain nomor satu dunia, Carlos Alcaraz, bulan lalu. Namun, kekalahan ini menjadi pembuktian bahwa permainannya kali ini tidak hanya terkait dengan permukaan lapangan. Identitas servis kuatnya yang khas tidak terlihat jelas, menciptakan kejutan bagi para penggemar.
Rekor Berrettini yang Membawa Harapan Baru
Kemenangan Berrettini atas Medvedev juga menambahkan rekor penting. Ini adalah pertama kalinya ia mencatatkan kemenangan 6-0, 6-0 melawan petenis peringkat sepuluh besar dunia sejak sistem peringkat ATP diperkenalkan pada 1973. Selain itu, kemenangan ini menjadi double bagel pertama dalam sejarah karier Berrettini, serta pertama dalam Tur ATP sejak turnamen Monte Carlo Masters tahun lalu.
Setelah mengalami kekalahan, Medvedev memperlihatkan emosinya dengan memukul raket tenisnya hingga hancur dan membanting raket tersebut ke papan pembatas. Ia lalu membuang raketnya ke tempat sampah sebagai simbol kekecewaannya.