Topics Covered: Ternyata Kamu Bisa Cek Orang Berbohong Dengan 10 tanda Ini
Ternyata Kamu Bisa Cek Orang Berbohong Dengan 10 tanda Ini
Bohong menjadi bagian tak terhindarkan dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua orang pernah melakukannya, bahkan ada penelitian yang menyebutkan rata-rata manusia bisa berbohong satu hingga dua kali sehari. Meski begitu, para ahli menyarankan bahwa terdapat beberapa petunjuk yang bisa membantu kita mengenali ketika seseorang tidak berkata jujur.
Pola bicara yang berubah
Menurut ahli bahasa tubuh Traci Brown, langkah awal untuk mendeteksi kebohongan adalah memahami ‘baseline’ atau cara seseorang berbicara saat jujur. Perubahan kecil dalam pola bicara, seperti kecepatan ucap atau kebiasaan verbal, bisa menjadi tanda penting. Misalnya, seseorang mungkin mengalami perubahan nada suara atau respons saat menjawab pertanyaan sederhana.
“Perubahan dalam nada suara, kecepatan bicara, atau kebiasaan verbal sering kali menjadi petunjuk awal ketika seseorang berbohong,” ujar Gregg McCrary, mantan profiler FBI.
Gestur tubuh yang tidak sesuai
Psikolog klinis Ellen Hendriksen menjelaskan bahwa perbedaan antara ucapan dan gerakan tubuh bisa menunjukkan ketidakjujuran. Contohnya, seseorang mengatakan ‘ya’ tetapi sebenarnya menggelengkan kepala. Respons ini sering kali lebih jujur dibandingkan kata-kata yang diucapkan.
Detail yang terlalu minim
Orang yang jujur biasanya bisa memberikan informasi tambahan saat diminta menjelaskan. Sebaliknya, pembohong cenderung menghindari penjelasan rinci. Psikolog menyebut ini sebagai ‘kebohongan dengan penghilangan informasi.’ Perubahan ini bisa menjadi indikator bahwa seseorang tidak sepenuhnya yakin dengan apa yang diucapkan.
Bicara berlebihan
Kebalikannya juga bisa terjadi. Studi dari Harvard Business School menemukan bahwa pembohong kadang justru mengucapkan hal-hal yang terlalu panjang dan detail. Mereka menambahkan informasi untuk meyakinkan pendengar atau bahkan diri sendiri.
Kontak mata yang tidak biasa
Banyak orang menganggap menghindari kontak mata sebagai tanda kebohongan. Namun, psikolog David Matsumoto menunjukkan bahwa hal ini tidak selalu akurat. Beberapa orang justru mempertahankan kontak mata saat berbohong agar terlihat lebih meyakinkan.
Mengunci mulut atau mata
Gerakan seperti menutup mulut atau mata bisa menjadi refleks bawah sadar untuk menyembunyikan kebohongan. Dalam beberapa kasus, seseorang memejamkan mata saat menjawab pertanyaan, menunjukkan ketidaknyamanan yang muncul saat berbohong.
Gelisah yang berlebihan
Gerakan kecil seperti menggigit bibir atau memainkan jari bisa menunjukkan tanda stres. Respons ini terkait dengan reaksi tubuh saat seseorang merasa tidak nyaman, yang sering muncul saat mereka berbohong.
Mengalihkan tanggung jawab
Menyalahkan orang lain, baik melalui kata-kata maupun gerakan tubuh, bisa menjadi cara untuk menghindari kesalahan. Perubahan sikap dari tenang ke agresif juga bisa menjadi indikator bahwa seseorang sedang berbohong.
Menyatakan diri sebagai ‘pembohong ulung’
Cara paling sederhana mengenali pembohong? Terkadang mereka mengakui sendiri. Menurut penelitian di jurnal PLOS One, orang yang merasa ‘pandai berbohong’ lebih sering melakukan kebohongan kecil, meski tidak selalu besar.
Meski beberapa tanda di atas bisa menjadi petunjuk, para ahli mengingatkan bahwa tidak ada metode yang 100% akurat. Psikolog klinis Jenny Taitz menambahkan bahwa banyak faktor bisa memicu respons gelisah atau ketidaknyamanan, tanpa harus berbohong. Penelitian bahkan menunjukkan hanya sekitar 54 persen kebohongan yang bisa terdeteksi secara tepat.