Latest Program: PAN: Pernyataan Saiful Mujani Hanya Buih di Lautan, Bukan Gelombang
PAN: Pernyataan Saiful Mujani Hanya Buih di Lautan, Bukan Gelombang
Viva Yoga Mauladi Menanggapi Kritik Saiful Mujani
Viva Yoga Mauladi, seorang wakil ketua umum PAN, menegaskan bahwa ucapan Saiful Mujani mengenai langkah untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Menurutnya, pernyataan tersebut hanya seperti gelembung di permukaan air, bukan gelombang besar yang bisa mengubah arah politik nasional.
“Pernyataan Syaiful Muzani tidak usah dikhawatirkan terlalu dalam, sebab itu hanya seperti buih di lautan, bukan gelombang,” kata Viva saat diwawancara, Rabu (8/4).
Kebutuhan Kepemimpinan dalam Pemimpinan Nasional
Viva menjelaskan bahwa kritik dari tokoh oposisi seperti Mujani adalah hal wajar dalam setiap masa pemerintahan. Dalam kerangka demokrasi, ini dianggap sebagai bagian dari mekanisme periksa dan seimbang yang dinamis.
Ia menambahkan, mayoritas masyarakat Indonesia tetap mendukung kinerja Prabowo, sesuai beberapa hasil survei yang diberikan. PAN berkomitmen untuk terus bekerja bersama Presiden Prabowo dalam mewujudkan janji kemerdekaan.
Teddy Indra Wijaya: Tidak Mengkhawatirkan Ucapan Mujani
Seskab Teddy Indra Wijaya sebelumnya juga membalas kritik Saiful Mujani. Ia mengaku belum sempat menonton pernyataan tersebut.
“Saya masih banyak sekali kerjaan, saya belum lihat beliau bicara apa,” kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/4).
Ia menambahkan, Presiden fokus pada urusan besar dan strategis, sehingga pernyataan Mujani tidak langsung memengaruhi kebijakannya.
Saiful Mujani: Pernyataannya Bukan Makar
Saiful Mujani menjelaskan bahwa pernyataannya mengenai usaha untuk menjatuhkan Prabowo bukanlah bentuk makar, melainkan bagian dari partisipasi politik.
“Pertanyaannya apakah ucapan saya itu bisa disebut makar? Saya tegaskan itu bukan makar, tapi political engagement, yakni sikap politik atau pendapat yang disampaikan kepada masyarakat secara terbuka,” ujarnya.
Mujani menjelaskan bahwa sikap politik berbeda dengan tindakan politik. Partisipasi politik, menurutnya, merupakan inti dari demokrasi. Ia menekankan bahwa tanpa partisipasi, demokrasi tidak akan berjalan.
“Partisipasi politik atau tindakan yang dilakukan untuk kepentingan umum bisa berbagai bentuk, seperti memilih dalam pemilu, kampanye, atau aksi demonstrasi secara damai,” tambahnya.