Main Agenda: Airlangga: Presiden jaga rasio utang 40 persen dan defisit 3 persen

Airlangga: Presiden jaga rasio utang 40 persen dan defisit 3 persen

Presiden tetapkan target utang dan defisit

Dalam rapat kerja pemerintah yang dihadiri sekitar 800 birokrat, direktur BUMN, serta tokoh TNI, Polri, dan Kejaksaan di Jakarta, Rabu (8/4), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen untuk menjaga rasio utang pada level 40 persen. Meskipun batas maksimal yang diatur dalam UU Keuangan Negara mencapai 60 persen, target tersebut tetap dipertahankan. Presiden juga memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dijaga di angka 3 persen, hingga akhir tahun 2026.

“Presiden menegaskan komitmen untuk menjaga rasio utang dalam level 40 persen, meskipun batas maksimal yang diatur dalam UU Keuangan Negara mencapai 60 persen. Demikian pula defisit APBN dijaga di level 3 persen. Ini akan dijaga sampai dengan akhir tahun,” kata Airlangga setelah rapat tersebut.

Indikator ekonomi menunjukkan peningkatan

Rapat Kerja Pemerintah berlangsung sekitar empat jam, dengan sekitar 800 peserta yang terdiri dari birokrat, direktur BUMN, dan tokoh TNI, Polri, serta Kejaksaan. Airlangga juga menyebutkan beberapa indikator ekonomi yang menunjukkan kinerja positif, termasuk indeks keyakinan konsumen, PMI manufaktur, cadangan devisa, serta neraca pembayaran, yang dilaporkan kepada Presiden.

Manufaktur dan pajak tumbuh

Menurut Menteri Keuangan, hingga Maret, terjadi peningkatan penerimaan pajak sebesar 14,3 persen atau mencapai Rp462,7 triliun, serta sektor manufaktur yang tumbuh dinamis, tambahnya. Sebagai hasilnya, pemerintah optimis bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2026 bisa mencapai sekitar 5,5 persen.

Ketahanan pangan nasional

Dalam kesempatan yang sama, rapat tersebut menyoroti perkembangan positif di bidang ketahanan pangan nasional. Airlangga mengungkapkan stok beras yang disimpan Bulog mencapai 4,6 juta ton. “Ketahanan pangan kita juga relatif kuat. Produksi beras pada tahun 2025 sebesar 34,7 juta ton, dan stok Bulog sebesar 4,6 juta ton,” ujarnya.

Strategi untuk memperkuat stabilitas ekonomi

Terlepas dari capaian tersebut, Airlangga menegaskan pemerintah terus menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk mempertahankan momentum pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Salah satunya adalah implementasi program Biodiesel B50, yang diharapkan mampu meningkatkan kemandirian anggaran negara.

Pemerintah telah menyetujui penerapan B50 mulai 1 Juli, yang diharapkan memberikan kontribusi Rp48 triliun dari penghematan anggaran, tambahnya.

Rapat tersebut dimulai secara terbuka selama sekitar satu jam, lalu berubah menjadi rapat tertutup setelahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *