Meeting Results: China jadi tuan rumah negosiasi Pakistan-Afghanistan

Beijing – Pemerintah China menjadi tuan rumah pertemuan trilateral informal dengan Afghanistan dan Pakistan di Urumqi, Daerah Otonom Uighur Xinjiang pada 1-7 April 2026 untuk membicarakan hubungan ketiga negara yang sempat memanas di perbatasan. "Perwakilan dari ketiga negara mengadakan pembicaraan informal selama seminggu di Urumqi, Xinjiang dari 1-7 April. Delegasi lintas departemen dari ketiga pihak termasuk perwakilan dari otoritas yang bertanggung jawab atas urusan luar negeri, pertahanan, dan keamanan ikut dalam pertemuan tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning di Beijing, Rabu (8/4).

Mao Ning menyebut pembicaraan itu berdasarkan kesepakatan antara Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar dan Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi. Pertemuan informal itu dihadiri Direktur Departemen Urusan Asia Kementerian Luar Negeri China Liu Jinsong, Utusan Khusus untuk Urusan Afghanistan Yue Xiaoyong, Kepala Kantor Administrasi Kementerian Luar Negeri Afghanistan Wahidullah Wahid, serta Asisten Sekretaris Kementerian Luar Negeri Pakistan Syed Ali Asad Gillani memimpin masing-masing. Hadir juga Kepala Departemen Propaganda Komite Partai Daerah Otonomi Xinjiang Wang Jianxin.

"Diskusi berlangsung jujur, pragmatis, dan berjalan dalam suasana yang baik, yang menunjukkan bahwa pembicaraan tersebut mengikuti pendekatan yang berorientasi pada penyelesaian masalah, bertujuan mencapai hasil, dan eksekusi kebijakan," ungkap Mao Ning. Afghanistan dan Pakistan, ungkap Mao Ning, menegaskan kembali bahwa mereka mengikuti tujuan dan semangat Piagam PBB dan "Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai", tetap berkomitmen untuk menyelesaikan perbedaan sesegera mungkin, berupaya untuk mengembalikan hubungan Afghanistan-Pakistan, dan setuju untuk menahan diri dari tindakan yang dapat meningkatkan atau memperumit situasi. Sedangkan China disebut menyatakan kesediaan untuk menjaga komunikasi dengan kedua pihak, menyediakan wadah dialog, dan terus memainkan peran konstruktif untuk mengembangkan hubungan Afghanistan-Pakistan dan meningkatkan kerja sama trilateral praktis di antara ketiga negara.

"Kami merangkum pembicaraan dan pemahaman bersama yaitu Afghanistan dan Pakistan menegaskan kembali bahwa kedua negara adalah saudara Muslim dan tetangga. Ketiga pihak percaya bahwa di tengah situasi internasional dan regional yang bergejolak dan berubah, menjaga hubungan persahabatan antara Afghanistan dan Pakistan sangat penting bagi rakyat di kedua negara serta perdamaian dan stabilitas di Asia Selatan," jelas Mao Ning. Ketiga pihak, tambah Mao Ning, juga menekankan bahwa dialog dan konsultasi adalah cara yang layak dan efektif untuk menyelesaikan sengketa internasional yang kompleks, termasuk sengketa antara Afghanistan dan Pakistan.

"Kami sepakat untuk membahas rencana komprehensif untuk menyelesaikan masalah dalam hubungan antara Afghanistan dan Pakistan, dan mengidentifikasi isu-isu inti dan prioritas. China menekankan bahwa terorisme adalah isu inti yang memengaruhi hubungan Afghanistan-Pakistan," tambah Mao Ning. Ketiganya juga yakin bahwa proses di Urumqi bersifat substantif, dan sepakat untuk menjaga komunikasi dan dialog mengenai proses tersebut.

Pada 26 Februari 2026, Afghanistan melancarkan operasi militer terhadap basis Pakistan yang berada di sepanjang Garis Durand, yakni perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan yang tidak diakui oleh Kabul, untuk membalas aksi pemboman. Pakistan kemudian mengumumkan peluncuran Operasi Ghazab lil Haq sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai "penembakan tanpa provokasi" oleh Afghanistan di beberapa sektor perbatasan. Kemudian pada awal Maret, Pakistan meluncurkan serangan udara terhadap tempat yang diduga menjadi persembunyian militan di Provinsi Nangarhar dan Paktika di Afghanistan.

Menurut otoritas Afghanistan, puluhan warga sipil tewas dan terluka dalam serangan tersebut. Sejak akhir Februari, bentrokan lintas perbatasan telah menewaskan 107 orang di kedua sisi, termasuk 13 tentara dan lima warga sipil di Pakistan, dengan satu tentara masih hilang. Menurut Kabul, 13 tentara dan 476 warga sipil telah tewas dan 250 orang terluka di Afganistan.

Menurut data PBB, 185 korban sipil, termasuk 56 kematian akibat tembakan tidak langsung dan serangan udara, dilaporkan di Afganistan antara 26 Februari dan 5 Maret. Kemudian pada 18 Maret 2026, Afghanistan dan Pakistan mengumumkan penghentian sementara pertempuran mulai Rabu malam untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri hingga 23 Maret malam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *