Key Discussion: API gunakan kesepakatan ART jadi momentum kebangkitan industri tekstil
Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja memanfaatkan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat untuk menjadi momentum kebangkitan industri tekstil Indonesia. Kesepakatan antara Indonesia dengan AS memberikan fasilitas tarif impor nol persen bagi produk tekstil dan garmen Indonesia melalui skema tariff-rate quota (TRQ). “Penerapan tarif nol persen melalui kesepakatan ini memberikan optimisme baru bagi industri tekstil nasional,” ujar Jemmy dalam keterangan tertulis yang diterima di Malang, Jawa Timur, Kamis.
Kebijakan tersebut dinilai mampu meningkatkan daya saing produk nasional di pasar Amerika Serikat yang jauh lebih besar dibandingkan pasar domestik, sekaligus menopang sekitar 4 juta tenaga kerja dan memberi dampak ekonomi bagi 20 juta masyarakat Indonesia. Dengan nilai ekspor saat ini sekitar 4 miliar dolar AS, industri tekstil nasional pun membidik pertumbuhan signifikan hingga sepuluh kali lipat dalam satu dekade ke depan. “Kami berharap ini dapat menjadi titik awal kebangkitan industri tekstil dan produk tekstil (TPT), dengan mendorong masuknya investasi, meningkatkan kinerja ekspor, serta menggerakkan kembali seluruh ekosistem industri,” ujar Jemmy.
Salah satu langkah yang ditempuh untuk memanfaatkan momentum ART adalah penyelenggaraan pameran tekstil dan garmen terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara, yakni Indo Intertex & Inatex pada 15–18 April 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Indo Intertex & Inatex 2026 akan diikuti oleh lebih dari 800 peserta yang merepresentasikan 1.500 merek global, serta menargetkan kehadiran lebih dari 35 ribu pengunjung profesional dari 29 negara. “Indo Intertex dan Inatex kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan industri secara nyata, mulai dari menghadirkan pemasok yang relevan, menampilkan teknologi yang terpercaya, hingga menciptakan lingkungan bisnis yang mendukung pelaku industri dalam mengambil keputusan secara lebih cepat,” ujar Direktur PT Peraga Expo Paul Kingsen.
Sebagai satu-satunya pameran di Indonesia yang menghadirkan seluruh rantai nilai industri secara komprehensif, mulai dari mesin, produk tekstil, hingga teknologi printing dan bahan kimia untuk tekstil, Indo Intertex & Inatex terus menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku industri untuk mempercepat pertumbuhan dan transformasi sektor tekstil nasional maupun regional. Sejumlah program unggulan juga dihadirkan untuk memperkaya wawasan sekaligus memberi nilai tambah bagi pelaku industri. Seminar dan Workshop interaktif akan menghadirkan para ahli dan praktisi guna membahas tren, strategi, serta tantangan terkini di industri tekstil dan garmen.
Di sisi lain, isu keberlanjutan dan sirkularitas tekstil menjadi sorotan, mendorong pelaku industri untuk semakin memahami dan menerapkan praktik berkelanjutan yang kian relevan di pasar global. “Kami juga melihat kualitas partisipasi yang terus meningkat, seiring dengan fokus pasar pada efisiensi, inovasi, dan manufaktur berkelanjutan,” ujar Paul.