Main Agenda: Rehat Dulu, IHSG Dibuka Melemah 0,56% ke Level 7.238

Rehat Dulu, IHSG Dibuka Melemah 0,56% ke Level 7.238

Pada Kamis (9/4/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka sesi perdagangan dengan penurunan 0,56%, mencapai level 7.238,46. Penurunan ini mengakibatkan pengurangan 40,74 poin dari posisi sebelumnya. Sejumlah 156 saham tercatat melemah, sementara 207 saham menguat, dan 300 saham lainnya tidak bergerak. Total nilai transaksi mencapai Rp 319,62 miliar, melibatkan 504,16 juta saham dalam 53.305 kali transaksi.

Geopolitik Memicu Ketidakpastian Pasar

Beberapa menit setelah pasar buka, IHSG tercatat mengalami koreksi lebih lanjut hingga 0,85%. Aktivitas investor terfokus pada saham-saham seperti BUMI, BBCA, BBRI, BMRI, dan DEWA, yang menjadi transaksi terbesar di pagi hari. Tren penguatan pasar keuangan Indonesia diprediksi akan terus berlanjut meski dipengaruhi sentimen negatif.

Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran

Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata “dua arah” setelah lebih dari satu bulan konflik dengan Iran. Dalam pernyataannya, ia menyatakan akan menghentikan serangan terhadap Iran selama dua minggu sebagai dasar negosiasi. Proposal 10 poin dari Iran dinilai cukup layak, tetapi kesepakatan bergantung pada keputusan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur energi vital.

“Pihak kami telah menerima proposal 10 poin yang dinilai cukup baik untuk perundingan,” ujar Trump.

Ketegangan Geopolitik Menambah Ketidakpastian

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh AS melanggar kesepakatan gencatan senjata. Pelanggaran dianggap mencakup penolakan hak Iran untuk memperkaya uranium, serangan Israel di Lebanon, serta masuknya drone ke wilayah udara Iran. Meski Israel menyetujui gencatan senjata, situasi di kawasan tetap rapuh.

Kinerja Pasar Asia-Pasifik

Pasar saham Asia-Pasifik dibuka dengan pergerakan bervariasi pada Kamis (9/4/2026). Kospi Korea Selatan turun 0,6%, sedangkan Kosdaq stabil. Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,12%, dan Topix menguat 0,26%. S&P/ASX 200 mengalami penurunan 0,24%.

Kenaikan Harga Minyak Dunia

Ketidakpastian geopolitik menyebabkan harga minyak dunia melonjak. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) Mei naik 2,3% menjadi US$96,63 per barel. Brent Juni juga mengalami kenaikan 1,87% ke US$96,50 per barel.

Arus Suku Bunga The Fed

Sentimen lain yang menjadi perhatian investor adalah keputusan The Fed. Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Maret menunjukkan nada hawkish, di mana sejumlah pejabat Fed mulai membuka peluang kenaikan suku bunga. Meski sebelumnya condong ke pemangkasan, jumlah anggota yang mempertimbangkan peningkatan suku bunga kini meningkat dibanding Januari. Mayoritas peserta menilai risiko inflasi meningkat, terutama jika harga energi tetap tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *