Historic Moment: Pemkot Bengkulu salurkan nasi bungkus pada korban terdampak banjir
Pemkot Bengkulu salurkan nasi bungkus pada korban terdampak banjir
Kota Bengkulu menjadi lokasi utama bagi upaya pemerintah dalam menyalurkan bantuan berupa nasi bungkus kepada warga yang terkena bencana banjir. Penyaluran ini dilakukan sejak Senin (6/4) setelah hujan deras mengakibatkan sejumlah wilayah terendam air. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) turut berpartisipasi secara bergantian untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
“Semoga bantuan nasi bungkus ini bisa membantu warga. Terutama bagi mereka yang rumahnya masih terendam air dan belum bisa beraktivitas normal. Mereka pasti mengalami kesulitan memasak atau menyediakan makanan sendiri,” ujar Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, Kamis.
Penyaluran bantuan sesuai instruksi Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny, dengan tujuan memastikan kebutuhan dasar, khususnya makanan, tetap terpenuhi selama genangan air belum surut. Dedy Wahyudi menyampaikan, bantuan ini juga mencerminkan kepedulian Pemkot terhadap korban bencana. “Kita prihatin dan ingin hadir di tengah musibah ini,” tambahnya.
Angka dampak banjir menyebar luas
Berdasarkan data sementara yang diberikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, Deni, hampir semua wilayah terkena bencana banjir. Jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak mencapai 2.688, dengan detail sebagai berikut:
Kecamatan Singaran Pati
Di Kecamatan Singaran Pati, Kelurahan Jembatan Kecil terdampak dengan 68 KK, sedangkan Kelurahan Lingkar Timur memiliki 6 KK, serta Kelurahan Timur Indah mencatat 30 KK. Di Kelurahan Panorama, tercatat 54 KK yang terkena banjir.
Kecamatan Muara Bangkahulu
Kelurahan Rawa Makmur terkena 41 KK, Rawa Makmur Permai mencapai 185 KK, dan Pematang Gubernur terdaftar 173 KK. Seluruh wilayah di kecamatan ini mengalami dampak signifikan akibat hujan deras.
Kecamatan Ratu Agung
Kecamatan Ratu Agung menjadi salah satu wilayah terparah. Kelurahan Tanah Patah mencatat 238 KK terdampak, Kelurahan Tebeng mencapai 745 KK, serta Kelurahan Sawah Lebar Baru terdampak 80 KK.
Kecamatan Ratu Samban
Di Kecamatan Ratu Samban, Kelurahan Anggut Atas terdampak 29 KK, Belakang Pondok 95 KK, Penurunan 84 KK, Anggut Bawah 3 KK, dan Kebun Dahri 44 KK.
Kecamatan Sungai Serut
Kelurahan Tanjung Agung mencatat 281 KK atau 895 jiwa terkena banjir, Sukamerindu 147 KK, Surabaya 125 KK, Pasar Bengkulu 19 KK atau 75 jiwa, Semarang 49 KK, serta Kampung Kelawi 5 KK atau 20 jiwa.
Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu
Kecamatan Selebar mencatat 57 KK terdampak, sementara di Kecamatan Kampung Melayu, Kelurahan Muara Dua terdampak oleh 50 warga dewasa dan 5 balita. Di Kecamatan Gading Cempaka, Kelurahan Lingkar Barat tercatat 60 rumah terendam, serta Kelurahan Jalan Gedang terdampak 20 KK.
Pemkot Bengkulu berkomitmen untuk terus memberikan bantuan hingga kondisi kembali stabil. Upaya ini diharapkan menjadi bentuk empati dan dukungan terhadap warga yang mengalami kesulitan akibat bencana alam.