Main Agenda: RSCM: Psikologis Aktivis KontraS Andrie Yunus Saat Ini Cukup Stabil

RSCM: Kondisi Mental Aktivis KontraS Andrie Yunus Masih Stabil

RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyatakan bahwa kondisi mental Andrie Yunus, seorang aktivis KontraS, kini relatif stabil meskipun baru saja mengalami trauma berat. Pemantauan oleh tim medis multidisiplin terus dilakukan untuk memastikan proses penyembuhan berjalan lancar. Tim tersebut melibatkan dokter spesialis bedah plastik, oftalmologi, serta tenaga medis lainnya.

“Secara umum, kondisi psikologis pasien dalam keadaan stabil meskipun mengalami peristiwa traumatis berat,” tutur RSCM melalui pernyataan pers yang diberikan oleh Humas Sylvia, Selasa (31/3) malam.

Sylvia menambahkan bahwa tim medis terus memberikan dukungan psikologis untuk menjaga ketenangan pasien dan memastikan ia bisa mengikuti pengobatan secara optimal. Kondisi luka juga menunjukkan peningkatan, dengan sebagian besar area yang terkena telah sembuh dan ditutupi kulit baru hasil transplantasi.

Rencana evaluasi luka akan dilakukan dalam dua tahap selama pekan ini untuk memantau perkembangan pemulihan. “Masih ada area kulit mati di leher belakang yang akan dibersihkan dan ditutup dengan transplantasi kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan,” jelasnya.

Operasi Mata Berlangsung Tiga Kali

Pada 28 Maret lalu, Andrie menjalani operasi ketiga untuk mata kanan. Saat ini, rasa sakitnya minimal dan tidak ada tanda infeksi. Selama prosedur, ditemukan permukaan kornea semakin tipis serta kebocoran pada dinding bola mata. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, jaringan dari tungkai pasien digunakan sebagai bahan penambalan, lalu ditutup dengan selaput konjungtiva.

Mata kanan sementara ditutup dengan jahitan pada kelopak mata untuk melindungi bentuk bola mata selama masa penyembuhan. Sylvia menyebut proses ini direncanakan berlangsung sekitar empat bulan, setelah itu akan dilakukan evaluasi lebih lanjut.

TNI Tetapkan Empat Tersangka

Terbaru, Mabes TNI melalui Kapuspen Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengumumkan bahwa empat prajurit dari Denma BAIS TNI telah menjadi tersangka atas kejadian penyiraman air keras yang menimpa Andrie. Mereka telah ditahan di Pomdam Jaya Guntur sejak 18 Maret 2026.

“Keempat pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di instalasi tahanan militer (Maximum Security),” ujar Aulia Dwi Nasrullah dalam pernyataannya, Selasa (31/3) malam.

Sebelumnya, Andrie mendapat serangan penyiraman air keras dua minggu lalu setelah mengisi siniar di YLBHI dengan tema “Remiliterisasi & Judicial Review UU TNI.” Polisi sempat mengungkap dua nama tersangka, namun TNI secara bersamaan mengatakan telah menahan empat orang dari lapangan.

TAUD: Terduga 16 Orang Terlibat

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) yang terdiri dari organisasi sipil mengungkapkan bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie melibatkan setidaknya 16 orang. Mereka menyebut kasus ini sebagai operasi intelijen.

“Kami sudah menemukan 16 pelaku lapangan. Jika diberi kesempatan, kami bisa berdiskusi dan memaparkan bukti-bukti tersebut, tapi kami melihat ada proses pelimpahan,” kata Direktur LBH Jakarta Fadhil Alfathan dalam RDP dengan Komisi III DPR RI, Selasa (31/3).

TAUD menekankan bahwa investigasi masih berlangsung, dan mereka siap memperlihatkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan. RSCM juga menegaskan komitmen untuk memberikan penanganan medis terbaik, profesional, dan memprioritaskan keselamatan pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *