Historic Moment: Dubes UAE: Negara Teluk, Yordania terus dorong perdamaian kawasan

Dubes UAE: Negara Teluk dan Yordania Terus Berupaya Memperkuat Keseimbangan Perdamaian

Jakarta, Rabu (8 April) — Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Aldhaheri, menegaskan bahwa negaranya bersama anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) serta Yordania terus berupaya memperkuat keseimbangan perdamaian di kawasan Timur Tengah. Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Dubes Aldhaheri menyampaikan komitmen tersebut.

Kolaborasi dengan Pemimpin Global

Dubes Aldhaheri mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, UEA menjalin komunikasi aktif dengan para pemimpin dunia, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, untuk mempercepat de-eskalasi konflik dan meningkatkan koordinasi internasional. Ia menambahkan bahwa para pemimpin di wilayah GCC, termasuk Yordania, juga melakukan langkah diplomatik serupa.

“Kami juga akan terus bekerja sama dengan para mitra internasional, termasuk Indonesia, untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama,” ujar Dubes Aldhaheri.

Dukungan Internasional yang Luas

Dubes Aldhaheri menyebutkan bahwa sebanyak 136 negara serta organisasi internasional telah menyampaikan kecaman terhadap agresi Iran, menegaskan solidaritas global terhadap UEA, negara-negara GCC, dan Yordania. Dukungan ini juga terlihat dalam pengesahan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817, serta adopsi resolusi Dewan HAM PBB yang mendukung kebijakan hak asasi manusia dalam menghadapi serangan Iran, yang mendapat dukungan dari lebih dari 100 negara.

“Ini menunjukkan bahwa Uni Emirat Arab memimpin secara diplomatik, sekaligus bertindak selaras dengan negara-negara GCC dan Yordania dalam menghadirkan suara kawasan Teluk yang bersatu dan bertanggung jawab,” katanya.

Komitmen pada Diplomasi dan Stabilitas

Dubes Aldhaheri kembali menegaskan bahwa UEA, bersama GCC dan Yordania, secara tegas mengutuk serangan Iran sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. Meski demikian, ia menegaskan bahwa negara-negara tersebut tetap berkomitmen pada jalur diplomasi, penurunan eskalasi, serta kerja sama internasional. “Kami akan terus memilih stabilitas dibandingkan konflik, tanggung jawab dibandingkan reaksi, dan kerja sama dibandingkan pertikaian,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *