Solving Problems: Tumpukan sampah di TPS 3R Pulogebang meluber, warga resahkan penyakit

Tumpukan Sampah di TPS 3R Pulogebang Menggenang, Warga Khawatir Penyakit Menyebar

Dalam beberapa hari terakhir, kondisi sampah yang menumpuk di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), Jalan Rawa Bebek, Pulogebang, Jakarta Timur, terus memicu kekhawatiran warga. Sampah yang membanjiri pinggir jalan menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan berpotensi menyebarkan berbagai penyakit.

“Sampah kayak gini kan bikin kita khawatir, karena kotor, bau, bisa menimbulkan penyakit, kayak DBD, diare, atau virus-virus gitu,” ujar warga sekitar, Jayadi (38), di Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis.

Jayadi mengungkapkan bahwa aroma sampah yang tajam sangat mengganggu kehidupan sehari-hari warga serta para pengendara kendaraan bermotor. Ia khawatir aroma ini bisa menjadi sumber infeksi.

“Baunya sangat menyengat, takut nanti jadi sumber penyakit. Banyak lalat, kadang juga ada tikus. Anak-anak atau lansia jadi rentan sakit kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan,” katanya.

Sampah yang terus menggenang tersebut telah terjadi sejak lama, menurut Jayadi. Situasi semakin memburuk karena adanya pembatasan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

“Jadi, truk juga tidak ada yang datang buat angkut, makanya sempat kan numpuk terus, tidak lama diangkut, dan sekarang numpuk lagi,” tambah Jayadi. Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memberikan solusi yang konkret untuk mengatasi masalah ini.

Selain Jayadi, Sunaryo (49), seorang pengendara motor, juga mengeluhkan kondisi yang sama. “Harusnya segera ditindaklanjuti. Berharapnya, sampah diangkut sama petugas biar tidak semakin banyak tumpukan sampah,” ujarnya.

“Kalau lewat situ, saya harus tutup hidung lagi, nembus masker baunya, namanya banyak begini,” kata Sunaryo.

Sejumlah motor yang melintas di area tersebut terlihat memakai masker dan menutup hidung untuk mengurangi paparan aroma. Sampah yang menumpuk hingga menggunung di samping gedung TPS 3R Pulogebang membuat lingkungan sekitar semakin tidak nyaman.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga, agar mengurangi beban pengolahan di TPST Bantargebang. “Pemerintah mendorong masyarakat untuk mulai mengurangi volume sampah serta melakukan pemilahan sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga, untuk mengatur pembuangan di TPST Bantargebang,” kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa (7/4).

Untuk mendukung upaya tersebut, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Pusat Daur Ulang Plastik (PDUP) Ciracas. Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Bank Sampah yang telah dibentuk melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor e-0005/SE/2026 dioptimalkan perannya. Satgas bertugas mengoordinasikan pengiriman sampah anorganik dari Bank Sampah Unit ke PDUP Ciracas, serta melaporkan kegiatan via sistem daring.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *