Dinkes Kudus ajak warga cegah campak dengan imunisasi

Dinkes Kudus ajak warga cegah campak dengan imunisasi

Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran penyakit campak. Langkah ini dilakukan setelah tercatat 464 kasus di seluruh wilayah hingga 13 Maret 2026. Kepala Dinas Kesehatan Abdul Hakam menekankan pentingnya vaksinasi untuk anak-anak, terutama yang belum memenuhi keharusan imunisasi.

“Orang tua yang memiliki balita di bawah lima tahun dengan imunisasi tidak lengkap diminta segera mengantarkan anaknya untuk menerima vaksin campak,” ujarnya di Kudus, Kamis.

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa dari 464 kasus, 257 di antaranya melibatkan anak laki-laki, sementara 207 kasus terjadi pada anak perempuan. Kenaikan ini diduga berkaitan dengan penurunan cakupan vaksinasi selama masa pandemi COVID-19, yang hanya mencapai sekitar 10 persen dari target.

Penyebab Kenaikan Kasus

Menurut Abdul Hakam, faktor lain yang memperparah penyebaran campak adalah peningkatan interaksi sosial masyarakat selama libur Lebaran 2026. Meski demikian, kondisi saat ini masih dianggap relatif stabil karena tidak ada laporan kematian akibat penyakit ini, meski sebagian pasien sempat dirawat di ICU.

“Meskipun banyak temuan kasus campak, kondisi masih tergolong aman. Namun, masyarakat tetap harus waspada dan melengkapi imunisasi untuk mencegah risiko yang lebih besar,” katanya.

Proses Imunisasi dan Gejala Awal

Vaksinasi campak memerlukan tiga tahapan penting, yaitu pada usia 9 bulan, 2 tahun, dan 5 tahun. Orang tua dianjurkan tidak mengabaikan jadwal tersebut agar perlindungan anak tetap optimal. Gejala awal penyakit ini biasanya ditandai dengan demam tinggi selama dua hingga tiga hari, diikuti munculnya bercak pada kulit.

Dirinya menambahkan, masyarakat perlu mengantisipasi gejala seperti demam sejak hari pertama dan segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan jika tanda-tanda bercak muncul. Campak dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti dehidrasi, kejang, hingga gangguan pada paru-paru dan otak yang bisa mengancam nyawa.

Upaya Penguatan Vaksinasi

Dinkes Kudus memfokuskan penguatan layanan vaksinasi di sejumlah area, antara lain Kecamatan Jekulo, Kaliwungu, Jati bagian selatan, dan Dawe. Meski jumlah kasus meningkat, status kejadian luar biasa (KLB) belum ditetapkan untuk menghindari kepanikan di tengah masyarakat. Namun, langkah-langkah pencegahan terus diperketat.

Instansi tersebut juga mengimbau seluruh balita di wilayah setempat agar mendapatkan imunisasi campak melalui Puskesmas atau Posyandu. Upaya ini bertujuan memastikan perlindungan maksimal terhadap anak-anak, baik sebelum maupun setelah munculnya gejala penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *