Penjualan EV di Australia capai rekor tertinggi pada Maret

Penjualan EV di Australia mencatatkan angka tertinggi sepanjang sejarah pada Maret

Canberra – Data terbaru menunjukkan bahwa penjualan kendaraan listrik (EV) di Australia mencapai tingkat tertinggi sejak awal tahun, seiring kenaikan harga bahan bakar yang dipicu oleh gangguan pasokan minyak di wilayah Timur Tengah. Menurut laporan resmi dari Kamar Industri Otomotif Federal (FCAI), kendaraan bertenaga baterai menyumbang 14,6 persen dari total penjualan mobil baru pada Maret, meningkat dari 7,5 persen di bulan yang sama tahun lalu.

Lonjakan Permintaan karena Kenaikan Biaya Bahan Bakar

Kenaikan harga bahan bakar menjadi faktor utama yang mendorong perpindahan konsumen ke EV. FCAI mencatat bahwa kondisi pasokan bahan bakar yang tidak stabil memaksa banyak warga Australia untuk mempertimbangkan alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan. “Semakin banyak orang Australia mulai memikirkan penggunaan EV sebagai solusi untuk masalah bahan bakar yang terus meningkat,” kata Tony Weber, kepala eksekutif FCAI.

“Memastikan infrastruktur mengikuti perkembangan permintaan konsumen sangat penting untuk memungkinkan pertumbuhan berkelanjutan dalam adopsi EV, bukan hanya dalam jangka pendek,” ujarnya.

Menurut Institut Perminyakan Australia, harga rata-rata bensin tanpa timbal mencapai rekor tertinggi 2,53 dolar Australia per liter pada minggu hingga 29 Maret. Namun, pemerintah federal, negara bagian, dan daerah melakukan penyesuaian pajak penjualan bahan bakar selama tiga bulan terakhir, mencoba meringankan beban biaya konsumen.

China Menggantikan Dominasi Jepang di Pasar Otomotif Australia

Data yang dirilis pada hari Selasa juga mengungkapkan pergeseran dominasi produsen mobil. China menjadi sumber utama kendaraan baru di Australia untuk pertama kalinya, mengakhiri keunggulan industri otomotif Jepang yang berlangsung selama 28 tahun. Pada tiga bulan pertama tahun 2026, produsen Tiongkok seperti BYD, GWM, dan Chery mencatatkan penjualan sebanyak 44.155 unit, naik dari 26.403 unit pada periode yang sama tahun 2025.

FCAI menegaskan bahwa transisi ke kendaraan listrik membutuhkan dukungan infrastruktur pengisian daya publik yang memadai. “Industri otomotif akan menyambut pergeseran ke EV, tetapi harus diimbangi dengan inisiatif pemerintah dalam meningkatkan akses pengisian,” tambah Weber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *