Latest Program: KPPI mulai penyelidikan perpanjangan produk impor evaporator

KPPI Mulai Investigasi Perpanjangan TPP untuk Impor Evaporator

Dari Jakarta – Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) melakukan investigasi terkait perpanjangan tindakan pengamanan perdagangan (TPP) terhadap impor evaporator tipe roll bond dan fin, yang dimulai pada Selasa (7/4). Produk evaporator ini tergolong dalam satu nomor Harmonized System (HS) 8-digit, yaitu ex8418.99.10, berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) tahun 2022.

Permintaan perpanjangan TPP berasal dari PT Fujisei Metal Indonesia (PT FMI), perusahaan yang menghasilkan evaporator. “Berdasarkan bukti awal yang diajukan PT FMI, KPPI menemukan adanya indikasi kerugian serius atau ancaman kerugian yang mengganggu operasional industri dalam negeri,” terang Ketua KPPI Julia Gustaria Silalahi dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Dengan penyelidikan ini, kami berharap industri lokal mampu bertahan dari ancaman kerugian yang bisa memicu berhentinya produksi. Selain itu, diharapkan daya saing industri dalam negeri meningkat dibanding produk impor, terutama dari Tiongkok,” ujar Manager Marketing PT FMI Dwi Widodo.

Julia juga menyoroti penurunan indikator kinerja industri nasional selama periode 2023-2025. Menurutnya, PT FMI masih membutuhkan waktu tambahan untuk menyelesaikan program penyesuaian struktur. Selain itu, data impor evaporator pada 2025 menunjukkan dominasi dari Republik Rakyat Tiongkok (97,69 persen), diikuti oleh Thailand (2,05 persen), Meksiko (0,18 persen), Jepang (0,06 persen), serta negara lain sebesar 0,02 persen.

Produk evaporator impor sering digunakan dalam industri pembuatan lemari es dan mesin pendingin udara. Fungsi utamanya adalah sebagai media sirkulasi freon dalam sistem pendinginan lemari es dan freezer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *