Special Plan: DPPKB Samarinda perkuat manfaat MBG 3B untuk cegah stunting baru
DPPKB Samarinda perkuat manfaat MBG 3B untuk cegah stunting baru
Kamis, Samarinda – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sedang memperkuat manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Langkah ini bertujuan mencegah munculnya kasus stunting baru di wilayah tersebut. Dalam penanganan stunting, Deasy Evriyani, Kepala DPPKB, menjelaskan bahwa ada dua jenis intervensi yang dapat dilakukan: spesifik dan sensitif.
“Dalam penanganan stunting, setidaknya ada dua intervensi yang bisa dilakukan, yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif,” ujar Deasy Evriyani di Samarinda, Kamis.
Intervensi spesifik adalah tindakan langsung yang terkait dengan pemberian makanan bergizi serta suplementasi vitamin, sementara intervensi sensitif berupa langkah tidak langsung untuk mendukung pencegahan stunting, seperti perbaikan sanitasi dan edukasi masyarakat. Saat ini, Samarinda memiliki 56 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari jumlah tersebut, 4 unit masih dalam proses persiapan, sehingga terdapat 52 unit yang beroperasi. Dari 52 unit itu, sebanyak 36 unit melayani program MBG 3B.
Distribusi MBG 3B dilakukan dengan bantuan ratusan tim pendamping keluarga (TPK) serta puluhan penyuluh keluarga berencana (PKB) dan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) yang tersebar di seluruh kecamatan. “Pemberdayaan kader TPK dan PKB maupun PLKB menjadi faktor utama dalam verifikasi data dan pendampingan di lapangan saat pendistribusian MBG 3B,” tambah Deasy, yang juga seorang dokter gigi.
“Di beberapa wilayah, sepakat bahwa distribusi dua kali seminggu tetap dilakukan di lokasi yang ditentukan seperti posyandu atau rumah kader. Penerima datang sesuai jadwal untuk makan bersama di hari tersebut dan membawa pulang makanan untuk dua hari ke depan,” ujarnya.
Dalam proses distribusi, kader atau pendamping menerima makanan dari SPPG di titik pengantaran yang disepakati bersama. Selanjutnya, mereka menempatkan dan mengantarkan makanan ke rumah penerima yang tidak bisa datang ke lokasi. Di sana, kader melakukan pengawasan konsumsi dan memberikan edukasi gizi serta upaya pencegahan stunting sesuai kondisi keluarga. Selain itu, evaluasi perkembangan berat badan anak juga dilakukan berdasarkan hasil pengukuran.
Total penerima manfaat MBG 3B di Samarinda mencapai 3.052 orang, terdiri dari 328 ibu hamil, 501 ibu menyusui, dan 2.223 balita. Proses pendistribusian melibatkan perhatian khusus terhadap keamanan pangan dan lingkungan sekitar selama pemindahan makanan.