Key Issue: Bandara Bali layani total 1,14 juta penumpang selama Posko Lebaran
Bandara Bali Layani Total 1,14 Juta Penumpang Selama Posko Lebaran
Denpasar, Bali (ANTARA) – Dalam masa 18 hari Posko Angkutan Lebaran 2026, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali mencatat total 1,14 juta penumpang yang dilayani. GM Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menjelaskan bahwa selama periode 13 hingga 30 Maret 2026, PT Angkasa Pura Indonesia, penyelenggara bandara, mencatat data tersebut.
Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya
Total penumpang tahun ini mengalami kenaikan 1 persen dibandingkan tahun 2025, di mana jumlahnya mencapai 1,13 juta. Dalam 18 hari operasional posko, Bandara Ngurah Rai mencatat puncak penumpang sebelum Idul Fitri pada Rabu, 18 Maret 2026, dengan 71.442 orang. Puncak berikutnya terjadi setelah hari raya pada Senin, 23 Maret 2026, mencapai 72.139 penumpang.
“Puncak pergerakan penumpang pada Senin, 23 Maret juga menjadi yang tertinggi sepanjang Posko Angkutan Lebaran 2026,” tutur Nugroho.
Penambahan Jumlah Penerbangan
Tahun ini, selain peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga meningkat 3 persen. Dalam periode Lebaran, terjadi 6.927 penerbangan, sedangkan tahun lalu hanya 6.734. Nugroho menyebutkan bahwa rute domestik Tangerang (CGK) menjadi yang paling sibuk dengan 1.400 penerbangan, diikuti Surabaya (SUB) sebanyak 495, serta Lombok (LOP) 341.
Untuk rute internasional, Singapura (SIN) menempati urutan pertama dengan 538 penerbangan, disusul Kuala Lumpur (KUL) 464, dan Perth (PER) 377. Total penerbangan tambahan selama posko mencapai 272, terutama dari rute CGK (134), SUB (58), dan LOP (28).
Kinerja Operasional dan Keselamatan
Nugroho memastikan bahwa selama posko, arus lebaran berjalan lancar dan aman. “Operasional penerbangan dan kebandarudaraan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Kami mencatat peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat yang tetap terakomodasi dengan baik,” jelasnya.
Kelancaran ini diakui berkat kerja sama lintas sektor serta langkah optimalisasi, seperti penambahan personel, aktivasi posko pemantauan lalu lintas, peningkatan frekuensi pengawasan, dan penyediaan layanan informasi bagi penumpang. Langkah antisipatif terhadap kondisi cuaca juga dijalankan secara intensif untuk menjaga keselamatan penerbangan.