Solving Problems: Untung Samsung Lompat 8 Kali Lipat Tapi Bukan dari Jualan HP
Untung Samsung Lompat 8 Kali Lipat Tapi Bukan dari Jualan HP
Samsung mencatatkan peningkatan besar karena permintaan chip AI yang mengalami lonjakan signifikan. Diperkirakan laba perusahaan akan melonjak hingga 8 kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Dalam estimasi pendapatan awal, laba kuartal pertama 2026 diperkirakan mencapai 57,2 triliun won (Rp 657,1 triliun), dibandingkan 6,69 triliun won (Rp 76,8 triliun) pada 2025. Pendapatan konsolidasi perusahaan juga diperkirakan mengalami kenaikan hampir 70%, mencapai 133 triliun won (Rp 1.528 triliun).
“Pendapatan dan laba operasional Samsung Electronics kuartal pertama mencapai skala yang menyaingi perusahaan teknologi besar global lainnya,” ujar MS Hwang, analis riset dari Counterpoint Research, seperti dilansir CNBC Internasional, Kamis (9/4/2026).
Proyeksi laba ini turut mendorong kenaikan saham Samsung Electronics hingga 4,8% pada hari Selasa, 7 April 2026. Lonjakan permintaan chip memori berkecepatan tinggi didorong oleh kemajuan pesat dalam pengembangan AI, yang memicu kelangkaan di pasar memori global. Situasi tersebut menyebabkan harga ponsel naik, meski Samsung tidak hanya mengandalkan penjualan perangkat ponsel.
Samsung merupakan salah satu dari tiga produsen memori utama, selain memproduksi gadget dan perangkat elektronik. Hwang memprediksi harga komoditas memori akan terus naik lebih dari 50% di kuartal kedua. Kelangkaan chip pun diperkirakan bertahan dalam waktu dekat, memperkuat tekanan pada industri semikonduktor.
Meski mendapat keuntungan dari tren chip AI, Samsung tetap menghadapi tantangan akibat konflik di Timur Tengah. Gangguan pengiriman bahan penting seperti helium mengancam proses manufaktur semikonduktor, yang bisa meningkatkan risiko ketidakstabilan produksi. Hwang menyoroti bahwa jika konflik berlangsung beberapa bulan ke depan, dampaknya bisa lebih serius. Namun, jika berakhir cepat, efeknya tidak akan terlalu signifikan.