Main Agenda: Disdikbud Kaltim bidik empat Sekolah Garuda demi akselerasi pendidikan

Disdikbud Kaltim bidik empat Sekolah Garuda demi akselerasi pendidikan

Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur sedang merencanakan pengembangan Sekolah Garuda Transformasi ke empat sekolah menengah atas (SMA) sebagai upaya mempercepat peningkatan kualitas pendidikan daerah. Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengatakan program ini difokuskan pada empat institusi pendidikan unggulan agar standar nasional dan internasional dapat tercapai secara lebih luas.

Sekolah Percontohan Sudah Berjalan

SMAN 10 Samarinda menjadi satu-satunya sekolah yang resmi dioperasikan sebagai Sekolah Garuda Transformasi sejak 2025. Program ini memprioritaskan kelas internasional dengan penerapan bahasa Inggris secara menyeluruh. Armin menjelaskan, sekolah tersebut dipilih karena memiliki budaya akademik kuat dan didukung tenaga pengajar yang lolos seleksi kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

“Kami memfokuskan program Sekolah Garuda Transformasi ini secara khusus menjadi empat sekolah unggulan agar percepatan pendidikan bertaraf internasional dapat segera terwujud secara lebih masif,” ujar Armin di Samarinda, Kamis.

Empat Sekolah Target Akselerasi

Saat ini, Disdikbud Kaltim tengah mengajukan tiga SMA lainnya untuk bergabung dalam program transformasi. SMAN 2 Sangatta Utara diproyeksikan sebagai lokasi perluasan kelas internasional. SMAN 3 Tenggarong juga diusulkan untuk menerapkan kelas internasional dan dipersiapkan sebagai sekolah asrama penuh. Sementara SMAN 1 Balikpapan akan mengikuti program serupa pada 2026.

Dua Strategi untuk Penguatan Guru

Demi menciptakan sekolah unggul, Disdikbud Kaltim menerapkan dua pendekatan utama. Pertama, pelatihan menyeluruh untuk guru hingga kepala sekolah guna memperkaya pengetahuan, keterampilan, dan materi ajar. Kedua, program pendampingan intensif yang bertujuan memastikan pengajar mampu mengimplementasikan hasil pelatihan.

“Strategi pertama mencakup pemberian pelatihan komprehensif bagi guru hingga kepala sekolah demi menambah wawasan, keterampilan, serta materi ajar,” cakap Armin.

“Kedua strategi ini harus berjalan beriringan karena pelatihan saja tidak cukup tanpa adanya pengawasan implementasi lapangan,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *