Announced: KPK periksa pengusaha rokok Haji Her sebagai saksi kasus Bea Cukai

KPK Periksa Pengusaha Rokok Haji Her sebagai Saksi Kasus Bea Cukai

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Khairul Umam, dikenal sebagai Haji Her, dalam penyelidikan dugaan korupsi yang menyeret Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Pemeriksaan dimulai pada pukul 12.58 WIB, sebagaimana diungkapkan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada awak media di Jakarta, Kamis. Selain Haji Her, lembaga antirasuah juga memanggil dua saksi tambahan, yakni seorang wiraswasta berinisial WLG dan seorang pegawai Bea Cukai berinisial SA.

Saksi SA Tiba di Gedung Merah Putih

Dalam catatan KPK, saksi SA telah hadir di Gedung Merah Putih sejak pukul 09.46 WIB. Sementara itu, WLG belum terdaftar dalam daftar saksi yang dicatat oleh lembaga tersebut. Penyelidikan ini terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 4 Februari 2026 di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.

Penangkapan dan Penetapan Tersangka

KPK mengungkapkan bahwa salah satu tersangka dalam OTT adalah Rizal, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat. Lima hari kemudian, pada 5 Februari 2026, enam dari 17 orang yang ditangkap ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang KW atau tiruan. Tersangka terdiri dari Rizal (RZL), Sisprian Subiaksono (SIS), Orlando Hamonangan (ORL), John Field (JF), Andri (AND), dan Dedy Kurniawan (DK).

Penyelidikan Terus Diperluas

Di hari berikutnya, pada 26 Februari 2026, KPK menambahkan Budiman Bayu Prasojo (BBP) sebagai tersangka baru. Pada 27 Februari 2026, lembaga tersebut menyatakan sedang mendalami dugaan korupsi dalam pengurusan cukai. Pendalaman ini didasari penyitaan Rp5,19 miliar dari lima koper yang ditemukan di rumah aman di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, dengan dugaan berasal dari sektor kepabeanan dan cukai.

“Tiba pukul 12.58 WIB,” ujar Budi Prasetyo kepada para jurnalis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *