Solving Problems: Kemenhaj pastikan Kartu Nusuk telah selesai dan dibagikan di embarkasi
Kemenhaj Pastikan Kartu Nusuk Telah Diselesaikan dan Dibagikan di Embarkasi
Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah mengonfirmasi bahwa Kartu Nusuk, sebuah identitas digital, telah rampung 100 persen dan siap diberikan kepada jamaah oleh perusahaan yang menangani layanan haji. “Kartu Nusuk dibagikan di sini. Dan kemarin perusahaan sudah menyatakan mereka telah siap, distribusinya selesai 100 persen,” jelas Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Kamis.
Fungsi Kartu Nusuk
Kartu Nusuk berperan seperti ‘paspor perhajian’ dan menjadi dokumen wajib yang digunakan jamaah saat berada di Arab Saudi. Dokumen ini diberikan oleh penyedia layanan haji yang dikontrak pemerintah serta harus diaktifkan sebelum penggunaan. Kartu tersebut dibuat untuk membedakan antara jamaah resmi dan tidak resmi, serta mencakup data seperti nama, foto, tanggal lahir, lokasi penginapan, dan informasi penting lainnya.
“Kartu Nusuk kalau tahun lalu itu kan dibagi di Saudi. Sekarang ini dibagikan di embarkasi, nanti langsung dibagikan oleh syarikah,” tambah Dahnil.
Langkah Kemenhaj untuk Mengantisipasi Masalah
Sebelumnya, pembagian Kartu Nusuk sempat menjadi hambatan dalam dua penyelenggaraan haji terakhir. Banyak jamaah belum mendapatkan kartu sebelum masa puncak perjalanan. Padahal, kartu ini menjadi kunci utama untuk mengakses lokasi suci seperti Arafah, Mudzalifah, dan Mina. Untuk menghindari pengulangan masalah, Kemenhaj mendorong agar Kartu Nusuk disalurkan lebih awal sebelum keberangkatan.
Pengapresiasi dari DPR
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengapresiasi kecepatan Kemenhaj dalam menyelesaikan penerbitan visa dan distribusi kartu Nusuk. Menurutnya, ini merupakan pencapaian penting yang menunjukkan kemampuan adaptasi dalam penyelenggaraan haji. “Penerbitan visa yang telah selesai seluruhnya adalah hasil nyata. Demikian pula dengan Nusuk yang dibagikan sebelum keberangkatan, menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan bagi jamaah,” ujarnya.
Marwan menekankan bahwa penyelenggaraan haji setiap tahun menghadapi tantangan berbeda, sehingga membutuhkan koordinasi dan respons cepat dari semua pihak terlibat.