Dekranasda Gianyar jaring kreativitas desainer busana tradisional
Dekranasda Gianyar jaring kreativitas desainer busana tradisional
Gianyar, Bali (ANTARA) – Dewan Kerajinan Nasional Gianyar, Bali, sedang menggalakkan inisiatif untuk memperkuat kreativitas para desainer busana tradisional lokal melalui sebuah lomba desain. Acara ini bertujuan meningkatkan daya saing serta mendorong pertumbuhan usaha kreatif. “Semua peserta telah mempersiapkan hasil karyanya selama sekitar dua minggu,” ujar Ketua Dekranasda Gianyar Surya Adnyani Mahayastra di Gianyar, Bali, pada hari Kamis.
Dalam kompetisi tersebut, terdapat 14 peserta yang menampilkan desain dari kain tradisional dan 10 desainer kerajinan perak yang kini memasuki babak akhir penyajian karya terbaiknya. Para perancang busana diharuskan mengembangkan desain siap dipakai yang menggabungkan tenun tekstil tradisional Bali. Kain seperti songket, endek, gringsing, serta berbagai jenis wastra lokal menjadi bahan dasar utama. Sementara itu, desainer perak diberikan ruang untuk mengeksplorasi kreativitas dengan fokus pada budaya Gianyar.
“Seluruh finalis telah mempersiapkan karya selama kurang lebih dua minggu,” kata Ketua Dekranasda Gianyar Surya Adnyani Mahayastra di Gianyar, Bali, Kamis.
Kompetisi ini merupakan bagian dari Gianyar Creative Heritage 2026, yang mencapai puncaknya pada Pekan Budaya Gianyar tanggal 12 April. Ketua Harian Dekranasda Gianyar Anak Agung Putrawan menambahkan bahwa para peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan konsep desain, menjelaskan nilai budaya yang diangkat, serta menunjukkan kualitas hasil karyanya.
Proses penilaian dilakukan secara efisien dengan sistem paralel. Awalnya, para finalis kategori perhiasan akan menjalani wawancara, kemudian diikuti oleh uji coba busana bersamaan dengan model. Setelah itu, mereka akan memasuki tahap presentasi dan evaluasi desain busana. Dengan Gianyar Creative Heritage 2026, Dekranasda Gianyar berharap mendorong kreativitas generasi muda, memunculkan potensi budaya lokal, serta memperkuat Gianyar sebagai pusat kriya dan desain.