Latest Program: PBB berharap gencatan senjata Timur Tengah buka saluran bantuan
PBB Mengharapkan Gencatan Senjata di Timur Tengah untuk Memudahkan Bantuan Kemanusiaan
PBB di New York, Rabu (8/4), menyampaikan harapan bahwa adanya jeda konflik di wilayah Timur Tengah dapat memberi peluang untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil dan pekerja di garis depan. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menegaskan bahwa kesempatan untuk melindungi masyarakat akan membantu mengurangi tekanan akibat serangan berulang yang menewaskan serta melukai banyak orang, sekaligus merusak fasilitas listrik, air, energi, dan transportasi.
Kinerja Bantuan di Iran dan Lebanon
Dalam konteks Iran, OCHA menyebutkan bahwa lembaga PBB bersama mitra-mitranya, bekerja sama dengan otoritas nasional, terus berupaya memperluas dukungan untuk pengungsi dan kelompok yang membutuhkan. Fokus utama meliputi pemulihan layanan dasar, perlindungan individu rentan, rehabilitasi pusat penampungan, serta pengiriman barang penting.
Di Lebanon, krisis pengungsian telah memicu peningkatan signifikan permintaan bantuan kemanusiaan. Menurut laporan, perintah evakuasi baru-baru ini meliputi seluruh wilayah di selatan Sungai Zahrani dan daerah pinggiran selatan Beirut. Meski begitu, kondisi di tempat penampungan kolektif semakin memburuk karena kepadatan pengungsi dan keterbatasan fasilitas sanitasi, yang menyebabkan wabah kudis serta kutu. Hal ini meningkatkan risiko kesehatan dan keselamatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
OCHA menyatakan bahwa tim medis dari otoritas kesehatan serta mitra kemanusiaan telah dikerahkan untuk mengendalikan situasi, sementara air bersih dan peralatan medis diberikan guna menjaga martabat masyarakat terdampak. Namun, lembaga tersebut memperingatkan bahwa bantuan kritis bagi nyawa saat ini terancam karena defisit pendanaan yang terus membesar. Hingga kini, dana yang terkumpul hanya kurang dari sepertiga dari total 308 juta dolar AS yang dibutuhkan untuk program Lebanon Flash Appeal.
Imunisasi di Gaza
Di wilayah Gaza, tim mitra PBB melaporkan kemajuan dalam upaya penyuntikan vaksin rutin meski masih ada beberapa hambatan. Kampanye vaksinasi lima hari sedang berlangsung untuk menjangkapi anak-anak di bawah tiga tahun yang melewatkan vaksinasi selama 30 bulan terakhir. OCHA mengungkapkan bahwa kegiatan ini dipimpin otoritas kesehatan setempat dan didukung oleh WHO, UNICEF, UNRWA, para donatur, serta organisasi lain.
Dalam kampanye tersebut, hampir 150 tim vaksinasi diterjunkan ke berbagai daerah, termasuk lokasi yang sulit diakses. Meski demikian, kondisi di lapangan masih menantang, terutama karena keterbatasan akses dan fasilitas.
Pernyataan Diplomatik dari PBB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik pengumuman gencatan senjata pada Selasa (7/4) malam, seperti diungkapkan oleh juru bicaranya, Stephane Dujarric.
“Sekjen menekankan bahwa penyelesaian konflik sangat dibutuhkan untuk melindungi nyawa warga sipil dan mengurangi penderitaan manusia,”
ujarnya.
Farhan Haq, wakil juru bicara Sekjen, pada Rabu mengonfirmasi bahwa Jean Arnault, utusan pribadi Guterres untuk konflik Timur Tengah, telah tiba di Iran untuk mendukung upaya mengakhiri perang tersebut.